Di sisi lain, urusan investasi juga tak ketinggalan. Kemlu disebut mendorong pengembangan industri nasional agar bisa bersaing di kelas dunia. Caranya? Dengan mempermudah urusan berusaha. Di akhir 2025 lalu, mereka bahkan sudah tandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Perindustrian dan Himpunan Kawasan Industri.
tutur Sugiono.
Lebih jauh lagi, Sugiono menegaskan bahwa aktivitas Indonesia di forum internasional saat ini sangatlah tinggi. BRICS, G20, APEC, MIKTA, hingga proses menuju OECD semua diikuti. Tapi, kata dia, ini bukan soal memilih blok kekuatan tertentu.
tegasnya.
Dan tentang keikutsertaan di BRICS dan proses menuju OECD, Sugiono punya pandangan yang menarik. Keduanya, menurutnya, tidak saling bertentangan sama sekali.
imbuhnya. Sebuah langkah yang terlihat kompleks, tapi punya satu garis koordinat yang jelas: kepentingan nasional.
Artikel Terkait
IHSG Melaju 84 Poin, Rupiah dan Saham-saham Gacoan Ikut Menguat
Gila! Saham Komoditas Melonjak Gila-gilaan, Ada yang Tembus 69% dalam Sebulan
Kisah Toko Kopi Bis Kota: Bertahan Sejak 1943 di Tengah Gempuran Zaman
Menteri Agama dan Menkeu Gali Harta Karun Dana Umat Rp 1.200 Triliun