Di tengah perlambatan ekonomi global dan berbagai tekanan yang ada, Menteri Luar Negeri Sugiono justru melihat posisi Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, fondasi ekonomi kita sebenarnya cukup kuat untuk menghadapi semua itu.
Hal itu bukan sekadar klaim. Ia menyebut sejumlah indikator konkret: pertumbuhan ekonomi yang masih lebih baik dari rata-rata dunia, inflasi yang berhasil dikendalikan, neraca perdagangan yang surplus, dan realisasi investasi yang tetap menggembirakan. Kombinasi faktor-faktor inilah yang menjadi penopang.
“Fondasi ekonomi yang stabil ini memperkuat posisi Indonesia di panggung dunia,” ucap Sugiono.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta, Rabu (14/1) lalu.
“Ini juga jadi penopang peran aktif Indonesia yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Namun begitu, situasi yang baik itu bukan alasan untuk berpuas diri. Sugiono menekankan bahwa kemandirian ekonomi adalah hal krusial untuk mengamankan masa depan. Lantas, bagaimana caranya? Salah satu strategi utamanya adalah dengan memperkuat inklusi keuangan, dan di sinilah peran teknologi seperti QRIS menjadi sangat vital.
Artikel Terkait
Salim Ivomas (SIMP) Catat Laba Bersih Rp2,07 Triliun, Tumbuh 33% di 2025
Proyek Giant Sea Wall Butuh Dana Hingga 100 Miliar Dolar AS
OJK Jatuhkan Denda Rp3,4 Miliar dan Bekukan Izin KGI Sekuritas Terkait IPO Bermasalah
Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp564 Miliar Meski Laba Turun