Di tengah perlambatan ekonomi global dan berbagai tekanan yang ada, Menteri Luar Negeri Sugiono justru melihat posisi Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, fondasi ekonomi kita sebenarnya cukup kuat untuk menghadapi semua itu.
Hal itu bukan sekadar klaim. Ia menyebut sejumlah indikator konkret: pertumbuhan ekonomi yang masih lebih baik dari rata-rata dunia, inflasi yang berhasil dikendalikan, neraca perdagangan yang surplus, dan realisasi investasi yang tetap menggembirakan. Kombinasi faktor-faktor inilah yang menjadi penopang.
“Fondasi ekonomi yang stabil ini memperkuat posisi Indonesia di panggung dunia,” ucap Sugiono.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam Pernyataan Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta, Rabu (14/1) lalu.
“Ini juga jadi penopang peran aktif Indonesia yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Namun begitu, situasi yang baik itu bukan alasan untuk berpuas diri. Sugiono menekankan bahwa kemandirian ekonomi adalah hal krusial untuk mengamankan masa depan. Lantas, bagaimana caranya? Salah satu strategi utamanya adalah dengan memperkuat inklusi keuangan, dan di sinilah peran teknologi seperti QRIS menjadi sangat vital.
Artikel Terkait
Kisah Toko Kopi Bis Kota: Bertahan Sejak 1943 di Tengah Gempuran Zaman
Menteri Agama dan Menkeu Gali Harta Karun Dana Umat Rp 1.200 Triliun
KKP Siapkan Bantuan Kapal dan Perbaikan Tambak untuk Nelayan Sumatera yang Terdampak Bencana
Ribuan Taruna KKP Diterjunkan ke Sumatera untuk Percepat Pemulihan Bencana