"Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan USD 100 miliar. Godaan akan banyak, tapi saudara harus teguh dengan semua jajarannya," ucap Prabowo.
Ia memberi wewenang penuh. "Dan saya kasih wewenang seluas-luasnya, siapa yang anda nilai tidak bagus, pecat. Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat harus tega. Enggak ada itu, banyak anak muda yang hebat-hebat," tambahnya.
Di sisi lain, Prabowo tampak bangga. Ia menyoroti pencapaian Pertamina yang berhasil masuk dalam daftar Fortune 500. Sebuah prestasi yang patut diapresiasi.
Jalan Simon ke puncak Pertamina sebenarnya sudah dimulai sebelumnya. Sebelum jadi Dirut, ia pernah menduduki posisi Komisaris Utama. Ia menggantikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mundur pada Februari 2024. Pengangkatan itu dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir berdasarkan hasil RUPS.
Latar belakang Simon juga menarik. Dalam Pilpres 2024, ia tercatat pernah menjadi Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran. Di internal partai Gerindra periode 2020-2025, namanya tercantum sebagai salah satu anggota Dewan Pembina. Secara akademis, pria ini adalah lulusan School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung.
Artikel Terkait
VKTR Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi dengan Truk Listrik
Danantara Godok Skema Holding Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air
Sari Roti Rencanakan Diversifikasi ke Bisnis Pakan Ternak dari Limbah Produksi
IHSG Menguat Tipis ke 8.235,49 Didorong Aksi Beli di Saham-Saham Emiten Tertentu