Pasar saham kita diprediksi bakal buka dengan catatan hijau di awal pekan. Sentimen positif, terutama dari data ekonomi domestik dan AS, jadi angin segar buat IHSG.
Hans Kwee, pengamat pasar modal dan Co-Founder Pasardana, memproyeksikan IHSG hari Senin (12/1/2026) akan konsolidasi menguat. Menurutnya, level support ada di kisaran 8.900-8,732, sementara resistance di 9.002-9,050.
"Tampaknya investor mulai rasional dan memilih saham yang sudah dapat monetisasi potensinya," ujar Hans kepada IDX Channel, Minggu kemarin.
Gerak IHSG kali ini banyak diwarnai dinamika dari Wall Street. Di sana, rotasi sektor sedang terjadi. Investor terlihat berpindah ke saham-saham pemenang di sektor AI dan meninggalkan yang performanya buruk. Tak cuma itu, saham bernilai atau value juga lebih diminati ketimbang saham growth, termasuk saham-saham kapitalisasi kecil.
Di sisi lain, data tenaga kerja AS yang dirilis akhir pekan lalu cukup kompleks. Angka nonfarm payrolls ternyata lebih rendah dari perkiraan, tapi tingkat penganggurannya justru turun. Kondisi campuran ini membuat pasar masih memprediksi potensi pemotongan suku bunga The Fed dua kali tahun ini, meski untuk rapat Januari ini kemungkinan besar suku bunga akan dipertahankan dulu.
Artikel Terkait
Angka Kecelakaan Kerja Indonesia Capai 300.000 Kasus pada 2024
Pembangunan Pabrik Baru SCNP di Bogor Capai 70 Persen
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%
Rupiah Menguat ke Rp16.759 Didorong Harap Perundingan AS-Iran