"Dari dalam Kementan ada 192 pejabat kementerian kami copot," jelas Amran, sambil menyebut peran Jaksa Agung. "Ada yang kami pecat, ada yang masuk penjara."
"Jaksa Agung, terima kasih. Tahu Pak, aku jual namanya Bapak (Jaksa Agung) sering di lapangan. Jadi aku minta maaf hari ini bahwa ini perintah Jaksa harus ditangkap. Sekarang tersangka 76 dan yang kami copot dari kementerian, luar dan dalam."
Cerita lain ia sampaikan soal minyak goreng, tepat sebelum periode Nataru 2025/2026. Saat inspeksi mendadak bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso, mereka menemukan praktek curang: kemasan satu liter isinya cuma 750 cc. Langsung ditindak.
"Kita tangkap minyak goreng yang hanya satu liter, tapi isinya hanya 750. Jadi dipotong 250 cc. Ini tidak benar," tegasnya.
Ancaman cabut izin kembali digaungkan saat harga mulai merangkak naik. Dan rupanya, cara itu cukup ampuh. Amran tampak puas dengan hasil kerja timnya selama ini.
"Alhamdulillah, Nataru baru-baru ini tidak kedengaran ada guncangan harga dan itu karena kerja tim ini, tim ini sangat bagus," tambahnya.
Artikel Terkait
Komisaris Utama TOBA Bacelius Ruru Mundur untuk Regenerasi
MCOL Gelontorkan Rp265 Juta untuk Eksplorasi Batu Bara di Kuartal I-2026
Triniti Land Group Akan Akuisisi Mayoritas Saham Prime Land untuk Perkuat Bisnis Hospitality
Sido Muncul Bagikan Dividen Rp1,09 Triliun untuk Tahun Buku 2025