Pertemuan Tertutup di Solo: Eggi-Damai Bertemu Jokowi di Tengah Polemik Ijazah

- Kamis, 08 Januari 2026 | 23:50 WIB
Pertemuan Tertutup di Solo: Eggi-Damai Bertemu Jokowi di Tengah Polemik Ijazah

Kamis sore itu, suasana di sekitar kediaman Joko Widodo di Solo terasa berbeda. Kawasan itu disterilkan ketat sejak pukul tiga setengah. Media massa pun hanya bisa mengintip dari kejauhan, tepatnya dari akses masuk Jalan Kutai Utara. Lalu, munculah mereka: Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, dua nama yang belakangan ini kerap disebut sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik terkait ijazah. Kunjungan mereka, yang didampingi kuasa hukum dan sejumlah pengurus Relawan Jokowi, tentu saja mengejutkan banyak pihak.

Pertemuan berlangsung tertutup. Penuh misteri. Ajudan Jokowi, Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan acara itu. Katanya, ini sekadar silaturahmi.

"Iya benar, sore hari ini Bapak Joko Widodo telah menerima silaturahmi dari Saudara Eggi Sudjana dan Saudara Damai Hari Lubis," ujar Syarif usai pertemuan.

Ia juga mengonfirmasi kehadiran pengacara dan perwakilan ReJO. Tapi, dalam konteks hukum yang sedang berjalan, kunjungan seperti ini jelas mengundang tanya. Spekulasi pun bermunculan.

Kasusnya sendiri sudah berjalan cukup panjang. Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan pasal-pasal dalam UU ITE dan KUHP, dengan ancaman hukuman yang tidak main-main: penjara maksimal enam tahun.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Arjen Asep Edi Suheri, dalam sebuah konferensi pers, menjelaskan bahwa para tersangka dibagi dalam dua klaster. Klaster pertama, yang melibatkan Eggi dan Damai, juga disangkakan dengan pasal penghasutan. Klaster kedua berisi nama-nama seperti Roy Suryo, yang dituding terlibat dalam manipulasi dokumen elektronik.

Roy Suryo dan Tanda Tanya "Yang Cair"

Nah, soal Roy Suryo ini, dia punya komentar menarik. Semuanya berawal dari pernyataan Elida Netti, kuasa hukum Eggi Sudjana. Dalam sebuah gelar perkara, Elida mengaku telah memegang ijazah asli Jokowi yang ditunjukkan penyidik. Dia bahkan menyebut bisa merasakan emboss dan watermark-nya, tanda bahwa dokumen itu asli.

Roy Suryo mendengar klaim itu dan langsung menyoroti kejanggalannya. Dalam sebuah podcast, dia membeberkan analisisnya.

"Salah seorang pengacara, pengacaranya Bang Eggi, yang katanya dia bisa meraba emboss itu. Padahal, sudah saya ukur," tutur Roy.

"Kalau itu diplastik semua, tangannya tuh nggak nyampai. Kok bisa tangannya nyampai, harusnya tuh nggak bisa."


Halaman:

Komentar