Suasana di jalan lingkar Paris Kamis pagi itu benar-benar berbeda. Deru mesin traktor menggantikan suara lalu lintas biasa, sementara puluhan petani dari Konfederasi Petani (Confederation Paysanne) memadati jalanan. Mereka tak datang sendirian; kendaraan berat mereka menjadi simbol protes yang tak bisa diabaikan.
Strateginya sederhana tapi efektif: "Go Slow". Dengan mengemudikan traktor secara perlahan, mereka dengan sengaja menciptakan kemacetan parah di jalur-jalur utama ibukota. Aksi ini jelas mengganggu, dan itu memang tujuannya agar suara mereka didengar.
Di antara lautan traktor, spanduk-spanduk besar terpampang jelas. Salah satu tulisan yang paling menyita perhatian berbunyi, "Hentikan perjanjian Uni Eropa-Mercosur".
Artikel Terkait
Bareskrim Bongkar Jaringan Perdagangan Bayi via Medsos, 12 Orang Ditangkap
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Wafat
Mahfud MD Soroti Lunturnya Nasionalisme, Sebut Kekecewaan Publik sebagai Pemicu
Patria Wisata Hadapi Tantangan Perubahan Regulasi pada Haji 2025