Suasana di jalan lingkar Paris Kamis pagi itu benar-benar berbeda. Deru mesin traktor menggantikan suara lalu lintas biasa, sementara puluhan petani dari Konfederasi Petani (Confederation Paysanne) memadati jalanan. Mereka tak datang sendirian; kendaraan berat mereka menjadi simbol protes yang tak bisa diabaikan.
Strateginya sederhana tapi efektif: "Go Slow". Dengan mengemudikan traktor secara perlahan, mereka dengan sengaja menciptakan kemacetan parah di jalur-jalur utama ibukota. Aksi ini jelas mengganggu, dan itu memang tujuannya agar suara mereka didengar.
Di antara lautan traktor, spanduk-spanduk besar terpampang jelas. Salah satu tulisan yang paling menyita perhatian berbunyi, "Hentikan perjanjian Uni Eropa-Mercosur".
Artikel Terkait
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik
Ketika Koruptor Beragama Islam, Mengapa Agamanya yang Diserang?
Asia Timur dan Pasifik: Lapangan Kerja Tumbuh, Tapi Kualitasnya Tergerus
Trump Tawarkan Uang Tunai ke Setiap Warga Greenland demi Aneksasi