Jakarta, Kamis (20/11/2025) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja menggelar konferensi pers untuk membeberkan kondisi realisasi APBN per akhir Oktober 2025. Angka-angka yang dirilis cukup menarik perhatian.
Defisit APBN tercatat sebesar Rp 497,7 triliun. Ini terjadi, tentu saja, ketika belanja negara jauh lebih tinggi ketimbang pendapatan yang masuk. Tapi Purbaya tampak tenang-tenang saja.
Menurutnya, posisi defisit ini masih dalam batas aman. "Bahkan jauh lebih rendah dari target outlook APBN 2025 yang sebesar 2,78 persen dari PDB," ujarnya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Kalau dirinci, penerimaan negara hingga 31 Oktober berada di angka Rp 2.113,3 triliun. Sementara itu, belanja negara sudah menembus Rp 2.593 triliun. Ya wajar saja kalau defisitnya mencapai hampir Rp 500 triliun.
Di sisi lain, kalau dibandingin dengan periode yang sama tahun lalu, penerimaan negara justru turun. Tahun sebelumnya, realisasinya mencapai Rp 2.247,6 triliun. Penurunan ini cukup signifikan, lho.
Dari sektor perpajakan, realisasi hanya Rp 1.708,3 triliun. Padahal tahun lalu di periode yang sama, angkanya Rp 1.749,3 triliun. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga ikut merosot, dari Rp 477,7 triliun menjadi Rp 402,4 triliun.
Nah, untuk setahun penuh, pemerintah sebenarnya sudah punya target. APBN 2025 mencanangkan belanja negara sebesar Rp 3.527,5 triliun, sementara pendapatan negara ditargetkan Rp 2.865,5 triliun. Dengan begitu, defisit yang direncanakan untuk satu tahun penuh adalah Rp 662 triliun.
Jadi, posisi kita sampai Oktober masih di bawah angka itu. Tapi ya, masih ada dua bulan lagi untuk dilihat perkembangannya.
Artikel Terkait
Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari, Waspada Potensi Hujan Petir di Sulsel
Tukang Kelet Hewan Kurban Meninggal saat Bertugas di Salatiga, Diduga Kena Serangan Jantung
BMKG: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Sulsel pada Siang hingga Malam
Crystal Palace Juarai UEFA Conference League Usai Kalahkan Rayo Vallecano 1-0