Hati-hati, ada kabar palsu yang lagi rame beredar. Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker baru-baru ini angkat bicara, memperingatkan publik soal maraknya hoaks seputar program Bantuan Subsidi Upah untuk tahun 2026. Informasi menyesatkan ini bertebaran di mana-mana, dari media sosial sampai pesan berantai di grup percakapan, bahkan sempat masuk ke beberapa pemberitaan.
Pemicunya sederhana: banyak unggahan yang seenaknya mencatut nama BSU 2026. Yang bikin resah, unggahan-unggahan itu seringnya menyelipkan tautan pendaftaran. Tautan yang jelas-jelas tidak resmi. Menurut Kemnaker, situasi ini gak cuma bikin bingung, tapi juga membuka pintu lebar-lebar buat aksi penipuan.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menegaskan hal ini lewat keterangan resminya pada Rabu, 7 Januari.
"Kami minta masyarakat jangan gampang percaya hoaks tentang BSU. Apalagi yang ngajak daftar lewat link aneh-aneh. Soalnya, program BSU itu gak perlu pendaftaran mandiri dari penerima," jelas Faried.
Dia menambahkan, "Untuk informasi yang sah cuma ada di satu tempat: laman bsu.kemnaker.go.id dan akun media sosial resmi Kementerian kami. Di situlah kami akan sampaikan segala sesuatu."
Artikel Terkait
Di Balik Saham TRIN yang Melonjak 1.261%, Siapa Pengendali Sebenarnya?
Rahayu Saraswati Resmi Kuasai 5% Saham Trinland, Transaksi Rp45,5 Miliar di Bawah Harga Pasar
MNC Energy Klaim Operasional Tambangnya Kebal Aturan Daerah Berkat Jalan Khusus
Pemain Besar Beramai-ramai Jual, Saham Bakrie dan Salim Masih Panaskah?