Nah, ini poin pentingnya. Faried bilang, sampai detik ini belum ada keputusan atau pengumuman apa pun dari pemerintah mengenai penyaluran BSU di tahun 2026. Jadi, semua kabar yang beredar saat ini hanyalah spekulasi. Dia meminta semua pihak untuk bersabar dan menunggu pengumuman resmi.
"Harap dimaklumi, belum ada informasi terkait BSU 2026. Kalau nanti memang ada kebijakan baru, pasti kami sampaikan secara terbuka lewat kanal-kanal yang resmi," ungkapnya lagi.
Sebagai catatan, program BSU terakhir kali berjalan di tahun 2025. Kala itu, bantuan berhasil sampai ke lebih dari 16 juta pekerja dan buruh yang memenuhi syarat. Setelah gelombang penyalaran itu selesai, memang belum ada kejelasan apakah program serupa akan dilanjutkan di tahun depan.
Di sisi lain, Faried juga mengajak kita semua untuk lebih waspada. Jangan asal share informasi yang sumbernya belum jelas. Lebih baik verifikasi dulu. Dan jika menemukan konten atau indikasi penipuan yang mengatasnamakan BSU, laporkan segera.
Artikel Terkait
Di Balik Saham TRIN yang Melonjak 1.261%, Siapa Pengendali Sebenarnya?
Rahayu Saraswati Resmi Kuasai 5% Saham Trinland, Transaksi Rp45,5 Miliar di Bawah Harga Pasar
MNC Energy Klaim Operasional Tambangnya Kebal Aturan Daerah Berkat Jalan Khusus
Pemain Besar Beramai-ramai Jual, Saham Bakrie dan Salim Masih Panaskah?