Bantuan Tiba di Aceh Tamiang, Wujud Solidaritas dari Bogor
Kabar dari Aceh Tamiang, Kamis lalu (8/1). Suasana di Kampung Kebun Tanah Terban, Kecamatan Barang Baru, sedikit lebih cerah. Pasalnya, bantuan kemanusiaan akhirnya tiba untuk warga yang terdampak bencana. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi tiga lembaga: Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bogor, dan Lembaga Sosial Dakwah Islam (LSDI) Guru Sudharmo Medan.
Rombongan itu tak datang sendirian. Mereka didampingi langsung oleh Ketua Pembina RSIB, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin. Menurut Kiai Didin, bantuan yang dibawa ini sebagian besar berasal dari sumbangan warga biasa di Bogor. Mereka tergerak untuk membantu saudara-saudaranya yang sedang susah.
"Alhamdulillah, kami dari Bogor ke sini membawa sedikit bantuan. Ini terkait perlengkapan ibadah dan hunian sementara. Mudah-mudahan bisa meringankan beban saudara-saudara kami di lokasi terdampak," ujar Kiai Didin.
Ia juga menyelipkan pesan. Setiap musibah, katanya, pasti ada hikmahnya. Salah satunya adalah menguatkan ukhuwah Islamiyah, mempererat tali persaudaraan sesama muslim.
"Ini keluar dari hati yang ikhlas. Semoga diterima dengan ikhlas pula. Mudah-mudahan bisa menguatkan persaudaraan kita," tuturnya lagi.
Di sisi lain, Ketua Yayasan RSIB Dr Dwi Sudharto menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini adalah inisiatif bersama. Tiga lembaga ini memang punya perhatian serius terhadap isu-isu kemanusiaan.
"Alhamdulillah, hari ini kita bisa sampai ke Kampung Tanah Terban. Tujuannya satu: membantu meringankan beban saudara-saudara kami, para korban bencana," jelas Dwi Sudharto.
Lalu, bantuan apa saja yang dibawa? Bukan cuma sembako biasa. Bantuan yang disalurkan cukup komprehensif, dirancang untuk memulihkan kehidupan sehari-hari warga. Mulai dari 6 unit hunian sementara (huntara), musala lengkap dengan karpet sajadah, sampai dapur umum yang peralatannya sudah komplet.
Mereka juga membangun 4 unit MCK, menyediakan jaringan air bersih dengan menara air dan sumur bor, serta memasang 2 unit lampu tenaga surya untuk penerangan. Tak lupa, ada paket ibadah berupa mukena, sarung, dan baju koko masing-masing 80 buah. Bantuan dilengkapi paket sembako dan obat-obatan yang terdiri dari 26 jenis obat.
Merespons kedatangan bantuan ini, Kepala Desa Kampung Kebun Tanah Terban, Irwan Pane, tak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya.
"Saya selaku penghulu, mewakili warga, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kami tidak bisa membalas kebaikan ini. Semoga Allah SWT yang memberikan balasan terbaik," tandas Irwan.
Tim kemanusiaan yang turun ke lapangan cukup besar. Selain Kiai Didin dan Dwi Sudharto, hadir pula Dr. Hambari (Wakil Rektor UIKA), H. Heri Haerudin dari IPHI Kota Bogor, serta sejumlah pimpinan Yayasan RSIB seperti Eddy Tasman dan H. Adriansyah Armawi. Turut serta H. Heri Hasanuddin dari Global Energi Wakaf dan Ustaz Salam selaku Koordinator Tim Kemanusiaan Binjai.
Kerja sama seperti ini, meski dari jauh, menunjukkan bahwa rasa kepedulian itu masih hidup. Di tengah reruntuhan, bantuan nyata lebih bermakna dari sekadar kata-kata.
Artikel Terkait
PBB Kecam Rencana Israel Perluas Pendudukan di Gaza hingga 70 Persen
Kementerian HAM Bantah Tuduhan Manipulasi Partisipasi Publik dalam Revisi UU HAM
DPR: Regulasi Jangan Matikan Sektor Swasta yang Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Polisi Tangkap Pria di Makassar yang Aniaya Ayah Kandung Gegara Uang Judi Online Tak Dipenuhi