CIMB Niaga Syariah Siapkan Langkah IPO Setelah Mandiri

- Kamis, 29 Januari 2026 | 18:40 WIB
CIMB Niaga Syariah Siapkan Langkah IPO Setelah Mandiri

Rencana spin-off unit syariah CIMB Niaga sudah bukan rahasia lagi. Tapi, kabar terbaru menyebut, setelah mandiri, bank syariah itu bakal melangkah lebih jauh: menuju bursa saham. Ya, IPO. Menurut sejumlah sumber yang dekat dengan pembicaraan, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) sedang menjajaki rencana penawaran umum perdana saham untuk CIMB Niaga Syariah.

Namun begitu, jangan buru-buru. Prosesnya masih panjang. Unit syariah ini baru dijadwalkan beroperasi sebagai entitas sendiri mulai Mei 2026 nanti. Jadi, masih ada waktu untuk membangun fondasi. Mereka perlu membuktikan rekam jejak sebagai perusahaan mandiri, termasuk menyiapkan laporan keuangan yang sudah diaudit dengan rapi. Baru setelah itu, pasar modal jadi tujuan berikutnya.

Kapan waktunya? Sumber yang sama ke Reuters itu bilang, IPO paling cepat baru bisa digelar pada 2028. Semua masih sangat prematur, sih. Pembicaraan masih di tahap awal dan sangat tergantung pada kondisi pasar serta proses regulasi yang harus dilalui. Belum ada keputusan final sama sekali.

Kalau akhirnya jadi, valuasinya bisa mencengangkan. Ada yang memperkirakan angka sekitar USD 1 miliar, atau setara Rp 16,8 triliun. Tentu saja, angka ini masih bisa berubah, bergantung pada kinerja keuangan mereka nanti dan situasi pasar saat itu. Besaran dana yang ingin dihimpun juga belum dipastikan. Tapi, proyeksinya jelas: untuk memperkuat modal dan mendukung ekspansi bisnis, termasuk investasi di lini digital.

Ditanya soal ini, pihak CIMB Niaga memilih bersikap hati-hati. Mereka enggan berkomentar spesifik mengenai rumor IPO tersebut.

“Fokus kami saat ini adalah pada penguatan bisnis inti, peningkatan pengalaman nasabah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia,” begitu kurang lebih pernyataan mereka.

Di sisi lain, langkah ini masuk akal. Ambisi CIMB Niaga sejalan dengan geliat industri perbankan syariah di Indonesia, yang pasar potensialnya sangat besar. OJK punya peta jalan sendiri untuk memperkuat industri ini periode 2023-2027, mendorong konsolidasi dan peningkatan skala. IPO CIMB Niaga Syariah bisa jadi bagian dari narasi besar itu.

Bayangkan jika terealisasi. Bank syariah murni yang tercatat di BEI masih bisa dihitung jari. Kehadiran mereka pasti akan menarik perhatian, terutama dari investor institusi yang sedang gencar mencari peluang di ekonomi halal yang terus mekar.

Perkembangannya sejauh ini cukup menggembirakan. Data tahunan 2024 menunjukkan aset CIMB Niaga Syariah tumbuh 7,6% menjadi Rp 67,5 triliun. Sementara penyaluran pembiayaannya naik 9,1% ke angka Rp 60,3 triliun. Pertumbuhan yang solid ini tentu jadi modal berharga untuk masa depan mereka, entah itu sebagai bank mandiri atau calon emiten baru.

Jadi, meski masih sekadar wacana dan butuh waktu bertahun-tahun, rencana ini jelas punya dasar yang kuat. Tinggal menunggu eksekusi dan momentum yang tepat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar