CDIA Raup Pendapatan USD41,2 Juta di Kuartal I-2026, Naik 19 Persen

- Kamis, 30 April 2026 | 19:30 WIB
CDIA Raup Pendapatan USD41,2 Juta di Kuartal I-2026, Naik 19 Persen

IDXChannel – Di tengah hiruk-pikuk geopolitik dan tekanan eksternal yang lumayan bikin pusing, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) justru mengklaim permintaan pasar mereka tetap solid. Bukan cuma omongan doang, lho. Buktinya? Pendapatan mereka di tiga bulan pertama 2026 tembus USD41,2 juta. Naik 19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Nah, berdasarkan laporan keuangan yang sudah dipublikasikan, CDIA juga mencatat adjusted EBITDA sebesar USD14,1 juta. Angka ini melesat 125,4 persen secara tahunan. Gila, kan? Menurut Direktur CDIA, Jonathan Kandinata, capaian ini nggak lepas dari inisiatif strategis dan ekspansi aset yang mereka jalani sepanjang 2025. "Termasuk penambahan aset logistik maritim dan darat, plus kapasitas energi surya," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026). Jonathan bilang, sejauh ini CDIA terus menunjukkan kinerja yang tangguh. Eksekusinya konsisten di berbagai siklus. Semua itu didukung platform infrastruktur terintegrasi dan disiplin dalam alokasi modal. Kinerja ini, kata dia, ditopang utilisasi aset yang tinggi. Ada juga basis pendapatan berulang yang stabil, plus kontribusi pihak ketiga yang meningkat. Belum lagi untung dari kenaikan tarif spot kapal di tengah pasar logistik yang lagi menguntungkan. Hasilnya? Dengan capaian positif di area top line pada triwulan I-2026, CDIA berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar USD9,5 juta. Di sisi lain, mereka juga berhasil menjaga posisi keuangan tetap kuat. Likuiditas mencapai USD954,2 juta, sementara rasio utang terhadap kapitalisasi cuma 39 persen. "Capaian ini ngasih kita fleksibilitas buat nangkep peluang pertumbuhan, sekaligus jaga ketahanan keuangan," tambah Jonathan. Ngomong-ngomong soal ekspansi, di triwulan I-2026, CDIA memperkuat platform logistik maritim mereka. Caranya? Dengan menambah kapal baru, namanya Boreas. Ini kapal tanker kimia berkapasitas 9.000 DWT, hasil kerja sama dengan Fukuoka Shipbuilding Co Ltd dari Jepang. Kapal ini dirancang buat melayani rute domestik dan internasional. Boreas dijadwalkan beroperasi tahun ini. Nggak cuma nambah kapasitas armada, tapi juga memperkuat kehadiran CDIA di Asia dan Eropa. Plus, mendukung pengembangan platform logistik regional yang lebih terintegrasi. Di seluruh segmen bisnis, CDIA konsisten ngeksekusi pipeline pertumbuhan. Fokusnya pada ekspansi strategis buat memperkuat pendapatan berulang, meningkatkan integrasi aset, dan mendorong penciptaan nilai jangka panjang. Misalnya di segmen energi. Kapasitas tenaga surya mereka sekarang mencapai 11 MWp. Ada tambahan sekitar 5 MWp lagi yang masih dalam pengembangan, rencananya beroperasi tahun ini. Sementara di segmen air, CDIA mengembangkan tambahan kapasitas 600 liter per detik di WTP Krenceng. Mereka juga bikin fasilitas pengolahan air limbah 1.200 meter kubik per hari di Cilegon. Tujuannya? Memperkuat platform air terintegrasi. Lalu di segmen pelabuhan dan penyimpanan, pembangunan infrastruktur dari dana IPO seperti tangki penyimpanan, pipa etilena, dan fasilitas pendukung juga berjalan sesuai rencana. Pembangunan tangki bitumen 12.000 meter kubik di RPU juga terus berjalan. Ditargetkan selesai tahun ini. Untuk segmen logistik, ekspansi armada berlanjut. Targetnya, sampai 20 kapal di segmen gas, kimia, dan dry bulk hingga akhir 2026. Ini buat mendukung permintaan dari captive dan pihak ketiga. Lebih lanjut, Jonathan menyampaikan bahwa CDIA memasuki sisa tahun 2026 dengan posisi keuangan yang kuat. Pipeline proyek solid, basis pelanggan terus berkembang. Per 31 Maret 2025, total aset mereka mencapai USD1,9 miliar. Tumbuh 9 persen secara year-to-date. Jumlah ekuitasnya USD1,14 miliar. "Model infrastruktur terintegrasi CDI Group terus menghasilkan pendapatan yang terlihat dan berskala. Didukung portofolio terdiversifikasi yang menggabungkan pendapatan berulang yang stabil dengan eksposur selektif terhadap peluang berbasis pasar spot. Jadi, kami tetap resilien sekaligus bisa menangkap peluang pertumbuhan di berbagai kondisi pasar," pungkas Jonathan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar