Pendapatan Bakrie & Brothers Tembus Rp1,13 Triliun di Kuartal I-2026, EBITDA Melonjak 252 Persen

- Kamis, 30 April 2026 | 20:55 WIB
Pendapatan Bakrie & Brothers Tembus Rp1,13 Triliun di Kuartal I-2026, EBITDA Melonjak 252 Persen

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) baru saja mengumumkan hasil kinerja mereka untuk triwulan pertama tahun 2026. Pendapatannya mencapai Rp1,13 triliun. Angka ini naik 19,02 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang masih Rp953,80 miliar. Cukup lumayan, ya.

Nggak cuma itu. Entitas di bawah Bakrie Group ini juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp296,44 miliar. Bandingkan dengan posisi EBITDA di triwulan I-2025 yang cuma Rp84,11 miliar itu artinya naik drastis 252,43 persen. Laba usaha mereka juga ikut melesat. Dari Rp62,33 miliar menjadi Rp211,96 miliar, atau tumbuh 240,03 persen.

Direktur Utama sekaligus CEO BNBR, Anindya Novyan Bakrie yang akrab dipanggil Anin bilang begini dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026):

"Di tengah gejolak ekonomi global yang luar biasa, alhamdulillah BNBR terus konsisten menunjukkan kinerja keuangan positif di tiga bulan pertama tahun ini, dengan pertumbuhan yang membanggakan."

Nah, apa yang mendorong kenaikan ini? Menurut Anin, pendapatan ditopang oleh kontribusi dari PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) sebesar Rp232,76 miliar. Itu setara 20,5 persen dari total revenue BNBR secara konsolidasi. Di sisi lain, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group juga ambil bagian penting. Kontribusinya mencapai Rp126,9 miliar, atau naik 58,2 persen dari tahun sebelumnya.

Begitu pula dengan EBITDA. Lonjakannya berasal dari CCT yang menyumbang Rp126,6 miliar sekitar 50,4 persen dari total EBITDA konsolidasi. "Kenaikan laba usaha juga ditopang oleh kontribusi CCT sebesar Rp128,6 miliar atau 77 persen dari total laba usaha BNBR konsolidasi," tambah Anin.

Sementara itu, Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M Sakti, ngasih gambaran lebih detail. Di triwulan I-2026 ini, PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group mencatat kenaikan pendapatan 274,6 persen, atau Rp207,6 miliar. Sebagian besar dari CCT. Tapi bukan cuma itu PT Helio Synar Energi (Helio) juga ikut mendongkrak dengan kenaikan 35,1 persen, atau sekitar Rp1 miliar.

Unit usaha VKTR? Mereka membukukan kenaikan pendapatan 58,2 persen, setara Rp126,9 miliar. Roy menjelaskan lebih lanjut:

"Kenaikan pendapatan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan VKTR holding sebesar Rp114,8 miliar atau mencapai 9.510 persen. Ditambah lagi, PT VKTR Sakti Industries (VKTS) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar Rp88 miliar atau 854,5 persen."

Nggak ketinggalan, PT Bakrie Autoparts (BA) Group juga ikut meramaikan. Mereka mencatat kenaikan pendapatan Rp13 miliar, atau 6,3 persen, karena permintaan komponen otomotif yang tumbuh.

Tapi, ya namanya bisnis, pasti ada yang kurang greget. Roy mengakui, beberapa unit bisnis mengalami penurunan pendapatan misalnya PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group. Namun begitu, masih bisa diimbangi oleh kenaikan dari PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) sebesar Rp1,1 miliar, atau 2,6 persen, yang berasal dari penjualan sektor non-migas.

"Kami optimistis bahwa ke depan akan ada kenaikan pendapatan di sektor pipa dan EPC untuk oil & gas ini seiring dengan upcoming project yang akan masuk dalam semester I 2026 ini," ujar Roy, penuh harap.

(taufan sukma)

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar