Dua warga Palestina tewas ditembak pasukan Israel dalam dua insiden berbeda di Tepi Barat, Senin (30/3/2026) pagi. Situasi di lapangan, seperti biasa, digambarkan dengan versi yang berbeda oleh kedua belah pihak.
Menurut pernyataan militer Israel, insiden pertama terjadi di dekat kota Dura, di Tepi Barat selatan. Mereka menyebut seorang pria bersenjata pisau berlari mendekati tentara yang sedang beroperasi di area tersebut.
"Tak lama setelah identifikasi, tentara melepaskan tembakan dan melenyapkannya,"
begitu penjelasan ringkas dari pihak militer yang dikutip AFP. Namun begitu, versi dari otoritas Palestina lain ceritanya.
Kementerian Kesehatan di Ramallah mengidentifikasi korban sebagai Ramzi al-Awawdeh, seorang pemuda 22 tahun. Menurut mereka, al-Awawdeh tewas "akibat tembakan Israel pada subuh hari ini di kota Khursa" sebuah lokasi yang disebut dekat dengan Dura. Laporan mereka sama sekali tidak menyebut soal pisau atau ancaman yang mendahului tembakan.
Belum lama berselang, insiden kedua terjadi di utara. Di dekat Tulkarem, militer Israel kembali melaporkan adanya ancaman. Kata mereka, seorang pria mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi ke arah posisi tentara.
Pria itu kemudian ditembak dan "dinetralisir". Istilah "menetralisir" itu sendiri kerap dipakai oleh militer Israel dalam situasi di mana seseorang akhirnya tewas.
Kembali, catatan Palestina memberikan nama dan detail lain. Kementerian Kesehatan setempat menyatakan bahwa Abdulrahman Abu al-Rub, 31 tahun, ditembak mati oleh pasukan Israel di pos pemeriksaan Anab, yang lokasinya dekat Tulkarem. Tidak ada penjelasan lebih lanjut soal kejadian yang memicu tembakan dari versi mereka.
Dua insiden dalam satu pagi itu kembali menyoroti ketegangan yang tak kunjung reda di Tepi Barat. Masing-masing pihak punya narasinya sendiri, sementara dua keluarga lagi harus berduka.
Artikel Terkait
Perdebatan di Blok M Berujung Maut, WNA Brunei Tewas Usai Dipukul Botol oleh Figur Publik Woodyrman
Samsung Galaxy A26 5G Resmi di Indonesia, Tawarkan Layar 120Hz dan Fitur AI di Kelas Menengah
Kemenag Sesalkan Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul, Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku
Polisi Tangkap Mbah Mujiran (72) karena Curi Getah Karet, Publik Kembali Soroti Ketimpangan Hukum bagi Rakyat Miskin