"Pergerakan harga sepenuhnya berada di luar kendali kami," katanya menegaskan.
Suspensi ini sendiri resmi berlaku mulai 2 Januari 2026. Istilahnya, cooling down. BEI bilang, langkah ini bentuk perlindungan untuk investor, biar semua bisa bernapas sejenak dan berpikir jernih.
Danny Yuskar Wibowo, Pelaksana Harian Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, memberi penjelasan lebih rinci. Penghentian perdagangan berlaku di pasar reguler dan tunai. Tujuannya sederhana: memberi waktu bagi pelaku pasar untuk menimbang-nimbang lagi, membuat keputusan investasi yang lebih matang, tidak gegabah.
"Kami harap semua pihak selalu memperhatikan keterbukaan informasi dari perseroan," pesan Danny.
Nah, sekarang tinggal menunggu. Apakah jeda ini akan meredam panasnya perdagangan, atau justru menjadi cerita lain setelah perdagangan dibuka kembali. Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Harga Minyak Terjun Lesu, Ancaman Surplus 2026 dan Drama Venezuela Jadi Beban
BPJS Ketenagakerjaan Naikkan Batas Klaim JHT via Aplikasi Jadi Rp15 Juta
Trump Yakin Perusahaan Minyak AS Bisa Hidupkan Lagi Venezuela dalam 18 Bulan
Emas Melonjak Dekati Rekor, Dipicu Ketegangan AS-Venezuela dan Isyarat Suku Bunga