"Pergerakan harga sepenuhnya berada di luar kendali kami," katanya menegaskan.
Suspensi ini sendiri resmi berlaku mulai 2 Januari 2026. Istilahnya, cooling down. BEI bilang, langkah ini bentuk perlindungan untuk investor, biar semua bisa bernapas sejenak dan berpikir jernih.
Danny Yuskar Wibowo, Pelaksana Harian Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, memberi penjelasan lebih rinci. Penghentian perdagangan berlaku di pasar reguler dan tunai. Tujuannya sederhana: memberi waktu bagi pelaku pasar untuk menimbang-nimbang lagi, membuat keputusan investasi yang lebih matang, tidak gegabah.
"Kami harap semua pihak selalu memperhatikan keterbukaan informasi dari perseroan," pesan Danny.
Nah, sekarang tinggal menunggu. Apakah jeda ini akan meredam panasnya perdagangan, atau justru menjadi cerita lain setelah perdagangan dibuka kembali. Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Cimory Bagikan Dividen Rp1,59 Triliun dari Laba Bersih Rp2,03 Triliun
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham
Saham TRUK Melonjak 24,73% Meski Rugi, WBSA IPO Diserbu Investor
Harga CPO Melemah Meski Stok Turun, Pasar Khawatir Produksi Lampaui Permintaan