Wall Street Naik, Minyak Venezuela Jadi Magnet Baru Investor

- Selasa, 06 Januari 2026 | 08:20 WIB
Wall Street Naik, Minyak Venezuela Jadi Magnet Baru Investor

Pasar saham Wall Street mencatat sebuah kenaikan yang menarik pada sesi Senin kemarin. Saham-saham perusahaan minyak AS bergerak naik, didorong oleh sentimen optimis dari para investor. Apa pemicunya? Isu tentang potensi akses ke cadangan minyak Venezuela yang sangat besar itu kembali mencuat.

Pemicu utamanya adalah pernyataan dari Presiden AS, Donald Trump. Ia menyatakan bahwa AS akan mengambil alih negara Amerika Selatan tersebut. Pernyataan ini muncul menyusul penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Situasi politik yang bergejolak ini justru dilihat sebagai peluang oleh pasar.

Padahal, cerita minyak Venezuela adalah kisah panjang tentang potensi yang terbuang. Negeri itu memang menyimpan cadangan minyak terbesar di dunia. Tapi faktanya, produksinya justru terjun bebas selama beberapa dekade. Penyebabnya beragam: salah urus, minimnya investasi asing pasca-nasionalisasi, dan tentu saja, tekanan sanksi internasional yang tak kunjung reda.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut, pemerintahan Trump berencana menggelar pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak AS akhir pekan ini. Agenda utamanya adalah membahas bagaimana cara meningkatkan produksi minyak Venezuela. Bahkan, dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah sudah menyampaikan pesan yang cukup jelas: perusahaan-perusahaan minyak AS harus segera kembali ke Venezuela dan menanamkan modal besar-besaran untuk membangkitkan industri yang nyaris mati itu.

Reaksi pasar pun langsung terasa. Saham Chevron, yang kebetulan merupakan satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih bertahan di ladang minyak Venezuela, melonjak 5 persen. Tidak hanya itu, perusahaan-perusahaan penyulingan AS juga ikut merasakan imbas positifnya.

Marathon Petroleum, Phillips 66, PBF Energy, dan Valero Energy, semuanya mencatat kenaikan yang signifikan. Angkanya beragam, mulai dari 3,4 persen hingga 9,3 persen. Harga minyak dunia sendiri ditutup menguat sekitar satu dolar per barel.


Halaman:

Komentar