MURIANETWORK.COM - Kontroversi soal ijazah Presiden Joko Widodo kembali memanas. Kali ini, sorotan mengerucut pada sosok Kasmudjo, mantan dosen UGM yang pernah disebut Jokowi sebagai dosen pembimbingnya. Namun, ada klaim baru yang justru membuat situasi semakin ruwet.
Rismon Sianipar, ahli digital forensik yang kini berstatus tersangka dalam kasus ini, mengungkapkan sesuatu yang cukup mengejutkan. Menurutnya, Kasmudjo sama sekali tidak mengenal Jokowi. Klaim ini ia dapatkan dari turun langsung ke lapangan, meski sayangnya, tak ada rekaman yang bisa dijadikan bukti.
Rismon menyampaikan pernyataan itu lewat YouTube Official iNews, Selasa lalu. Ia lalu menjelaskan lebih detail. Informasi bahwa Kasmudjo tidak kenal Jokowi itu bukan datang langsung dari mulut sang mantan dosen. Melainkan, dari seseorang yang dekat dan mengenal Kasmudjo dengan baik. Sayangnya, orang ini enggan direkam.
Selama ini, posisi Kasmudjo sebenarnya sudah diklarifikasi sebagai dosen pembimbing akademik, bukan pembimbing skripsi Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM dulu. Tapi, klaim Rismon ini seolah membalikkan segalanya.
Soal Pernyataan Rektor UGM
Di sisi lain, Rismon juga menyoroti pernyataan-pernyataan yang selama ini keluar dari Rektor UGM, Ova Emilia. Menurutnya, pernyataan rektor itu bersifat sepihak dan tidak mewakili institusi secara keseluruhan.
Ova Emilia beberapa waktu lalu memang mengeluarkan pernyataan resmi terkait ijazah Jokowi. Namun, bagi Rismon, hal-hal teknis justru tak kunjung terjawab.
Ia menilai sembilan poin yang diungkapkan Ova tidak punya dasar yang kuat. "Dia hanya rektor. Statementnya tidak berdasarkan temuan fakta dari tim ahli atau dewan guru besar UGM. Menurut saya, nggak ada basisnya sama sekali," pungkas Rismon tegas.
Artikel Terkait
Buku Kontroversial Gibran Segera Diserbu ke Seluruh Anggota DPR
Fahri Sindir Anies: Gagasan Global South Itu Omongan Pak Prabowo yang Sudah Lama
Jepang Bubarkan Parlemen, Warganet Indonesia: Kapan Giliran Kita?
Warga Wamena Keluhkan BBM Rp25 Ribu, Respons Santai Gibran Tuai Sorotan