Klaim Baru: Dosen Pembimbing Jokowi Disebut Tak Kenal Presiden

- Kamis, 11 Desember 2025 | 10:00 WIB
Klaim Baru: Dosen Pembimbing Jokowi Disebut Tak Kenal Presiden

MURIANETWORK.COM - Kontroversi soal ijazah Presiden Joko Widodo kembali memanas. Kali ini, sorotan mengerucut pada sosok Kasmudjo, mantan dosen UGM yang pernah disebut Jokowi sebagai dosen pembimbingnya. Namun, ada klaim baru yang justru membuat situasi semakin ruwet.

Rismon Sianipar, ahli digital forensik yang kini berstatus tersangka dalam kasus ini, mengungkapkan sesuatu yang cukup mengejutkan. Menurutnya, Kasmudjo sama sekali tidak mengenal Jokowi. Klaim ini ia dapatkan dari turun langsung ke lapangan, meski sayangnya, tak ada rekaman yang bisa dijadikan bukti.

"Pak Kasmudjo sendiri sudah membantah. Bahkan info terakhir, beliau nggak kenal sama sekali dengan orang tersebut (Jokowi),"

Rismon menyampaikan pernyataan itu lewat YouTube Official iNews, Selasa lalu. Ia lalu menjelaskan lebih detail. Informasi bahwa Kasmudjo tidak kenal Jokowi itu bukan datang langsung dari mulut sang mantan dosen. Melainkan, dari seseorang yang dekat dan mengenal Kasmudjo dengan baik. Sayangnya, orang ini enggan direkam.

"Iya, saya turun ke lapangan. Meskipun nggak bisa direkam, nggak mau direkam. Bukan lewat Pak Kasmudjo, tetapi ada seseorang yang kenal dekat,"

Selama ini, posisi Kasmudjo sebenarnya sudah diklarifikasi sebagai dosen pembimbing akademik, bukan pembimbing skripsi Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM dulu. Tapi, klaim Rismon ini seolah membalikkan segalanya.

Soal Pernyataan Rektor UGM

Di sisi lain, Rismon juga menyoroti pernyataan-pernyataan yang selama ini keluar dari Rektor UGM, Ova Emilia. Menurutnya, pernyataan rektor itu bersifat sepihak dan tidak mewakili institusi secara keseluruhan.

Ova Emilia beberapa waktu lalu memang mengeluarkan pernyataan resmi terkait ijazah Jokowi. Namun, bagi Rismon, hal-hal teknis justru tak kunjung terjawab.

"Hal-hal yang teknis tidak pernah terjawab oleh rektor karena statementnya berdiri sendiri. Coba dia bentuk dewan guru besar, cari semua fakta, baru saya pun akan hormat,"

Ia menilai sembilan poin yang diungkapkan Ova tidak punya dasar yang kuat. "Dia hanya rektor. Statementnya tidak berdasarkan temuan fakta dari tim ahli atau dewan guru besar UGM. Menurut saya, nggak ada basisnya sama sekali," pungkas Rismon tegas.

Kasmudjo sendiri diketahui tinggal di Pogung Kidul, Sleman, Yogyakarta.

Kisruh yang Berulang

Sebenarnya, status Kasmudjo ini sudah jadi bahan perdebatan panjang. Ceritanya berliku-liku.

Pada 2017, dalam acara Dies Natalis UGM, Jokowi dengan jelas menyebut Kasmudjo adalah dosen pembimbing skripsinya. Ia bahkan mengenang Kasmudjo sebagai sosok yang galak.

Namun, delapan tahun kemudian, tepatnya Mei 2025, narasi itu berubah. Usai menjenguk Kasmudjo, Jokowi merevisi pernyataannya. Ia menegaskan Kasmudjo adalah dosen pembimbing akademik, bukan skripsi. Pembimbing skripsinya, kata Jokowi, adalah Prof. Dr. Ir. Ahmad Sumitra.

Di lain pihak, Kasmudjo sendiri punya cerita. Saat dikunjungi Jokowi pada Mei 2025 itu, ia menyangkal membimbing skripsi presiden. Ia juga mengaku tidak tahu-menahu soal ijazah dan menyebut nama Prof. Sumitro sebagai pembimbing yang sebenarnya.

Kemudian, ketika Rismon Sianipar mendatanginya pada Juni 2025, sanggahan Kasmudjo justru lebih keras. Ia bukan hanya menolak klaim sebagai pembimbing skripsi, tapi juga menampik statusnya sebagai pembimbing akademik Jokowi. Alasannya, saat itu pangkatnya masih Golongan IIIB, sehingga belum memenuhi syarat untuk membimbing skripsi mahasiswa.

Jadi, di mana kebenarannya? Semuanya masih simpang siur. Setiap pihak punya narasinya sendiri, meninggalkan publik dengan segudang tanda tanya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar