Konflik Sudan: Mengapa Sesama Muslim Berperang?
Konflik Sudan antara SAF (Sudanese Armed Forces) dan RSF (Rapid Support Forces) telah menimbulkan pertanyaan besar. Mengapa sesama Muslim saling berperang? Mari kita analisis ideologi dan motivasi di balik kedua kelompok ini.
Tentara Nasional Sudan (SAF)
SAF adalah angkatan bersenjata resmi Sudan. Pada April 2019, mereka menggulingkan Presiden Omar al-Bashir setelah protes besar-besaran. Beberapa fakta penting tentang SAF:
- Mencabut syariat Islam yang telah berlaku selama 30 tahun di Sudan
- Melakukan normalisasi hubungan dengan Israel melalui Kesepakatan Abraham tahun 2020
- Dihapuskan AS dari daftar negara sponsor terorisme sebagai imbalan
Rapid Support Forces (RSF)
RSF adalah kelompok paramiliter yang awalnya bersekutu dengan SAF. Berikut profil RSF:
- Berasal dari milisi Janjawed keturunan Arab
- Pernah menjadi tentara bayaran untuk Arab Saudi di Yaman
- Dikenal karena kekejaman terhadap penduduk sipil
- Didanai dan dipersenjatai oleh Uni Emirat Arab dan Israel
Akar Konflik Sudan
Perang saudara di Sudan bukanlah konflik agama, melainkan perebutan kekuasaan, minyak, dan emas. Baik SAF maupun RSF tidak mewakili nilai-nilai Islam sejati. Dunia Arab juga turut bertanggung jawab karena membesarkan milisi RSF.
Semoga Indonesia tetap aman, tentram, dan terhindar dari konflik serupa. Aamiin.
Ustadz Budi Hidayat
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu