Sebuah truk pengangkut migran terbalik di kawasan Semera, wilayah Afar, Ethiopia utara. Kecelakaan maut ini menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai lebih dari 60 lainnya. Sungguh situasi yang memilukan.
Pihak berwenang setempat mengonfirmasi angka korban tersebut. Menurut mereka, insiden terjadi pada Selasa pagi lalu.
"Setidaknya 22 migran Ethiopia tewas dan lebih dari 60 luka-luka setelah sebuah truk yang mereka tumpangi terbalik di wilayah Afar utara negara itu,"
Begitu pernyataan resmi yang dirilis, seperti dilaporkan AFP. Lokasi kejadiannya sendiri berada beberapa ratus kilometer di sebelah barat Djibouti.
Nah, soal penyebabnya, otoritas daerah punya penjelasan. Mereka menyebut truk itu terbalik lantaran kelebihan muatan. Para penumpangnya adalah warga yang katanya "disesatkan oleh calo ilegal" sehingga tidak paham betul akan risiko perjalanan berbahaya yang mereka jalani. Pernyataan itu disampaikan lewat siaran pers.
Dampak kecelakaan itu terlihat jelas dari sebuah foto yang beredar. Dipublikasikan di halaman Facebook pemerintah Afar, foto tersebut menunjukkan sebuah truk dalam kondisi terguling. Bagian kompartemen penumpang dan belakangnya hancur berantakan pemandangan yang suram.
Kalau kita lihat konteksnya, Ethiopia memang dikenal sebagai salah satu titik awal utama "Rute Timur". Rute ini sering ditempuh oleh orang-orang dari Tanduk Afrika yang berharap mencari pekerjaan di negara-negara Teluk yang makmur. Ribuan migran Afrika nekat menyeberangi Laut Merah, biasanya dari Djibouti menuju Yaman. Impian mereka sederhana: mendapat pekerjaan sebagai buruh atau pekerja rumah tangga. Namun, perjalanan penuh harapan itu tak jarang berakhir tragis, seperti yang terjadi di Semera ini.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Enam Desa di Bima Akibat Hujan Dua Hari Berturut-turut
Warga Bener Meriah Tewas Diduga Diinjak Gajah Sumatra di Kebun Jagung
Formasi Desak Relaksasi Regulasi dan Penindakan Rokok Ilegal untuk Dongkrak Penerimaan Negara
Gerindra Sumut Bagikan 1.000 Takjil dan Nasi Kotak Gratis Setiap Hari Ramadan