Sabrina Carpenter Bongkar Jebakan Lagu Viral di Puncak Kariernya

- Kamis, 11 Desember 2025 | 12:50 WIB
Sabrina Carpenter Bongkar Jebakan Lagu Viral di Puncak Kariernya

Rahasia di Balik Lagu-Lagu Sabrina Carpenter? Bukan Cuma Soal Viral

Panggung Variety's Hitmakers 2025 baru saja diramaikan oleh energi Sabrina Carpenter. Penampilannya yang memukau itu seolah jadi pembuka sempurna sebelum ia akhirnya menyabet gelar bergengsi: Hitmaker of the Year. Di usia 26 tahun, penghargaan ini jelas menegaskan posisinya bukan cuma sebagai penyanyi, tapi sebagai penulis lagu yang punya pengaruh kuat.

Nah, yang menarik justru pidatonya. Di hadapan para musisi dan produser ternama, Sabrina bicara blak-blakan. Ia menyoroti satu hal: obsesi untuk menciptakan lagu viral justru sering jadi jebakan. Menurutnya, pendekatan seperti itu malah bikin karya jadi hambar, karena dibuat cuma untuk mengejar target, bukan lahir dari perasaan yang jujur.

"Cara termudah menulis lagu yang buruk adalah dengan mencoba menulis lagu yang hits," ujar Sabrina.

Kalimat itu langsung menyita perhatian. Kritiknya halus, tapi tepat sasaran.

Lalu, apa kuncinya? Sabrina bilang, rahasia lagu bagus bukan berasal dari rumus-rumus yang bertebaran di internet. Itu semua harus datang dari dalam diri. Ia mendorong para kreator untuk menulis berdasarkan insting pribadi, membiarkan imajinasi mengalir tanpa takut dianggap aneh atau berbeda.

"Tulis kebalikan dari apa yang menurut kalian adalah hit. Tulis apa yang berbicara pada dirimu, tulis sesuatu yang hanya bisa kamu tulis," tuturnya lagi.

Gaya khas Sabrina pun muncul. Ia menambahkan sentuhan yang lebih nakal dan personal, memadukan humor dengan emosi yang kuat. "Tulis musik yang ingin kamu dengarkan sendiri, tambahkan progresi akor dan perubahan kunci yang aneh, dan sebut pria itu bodoh dengan sebanyak mungkin cara yang kalian bisa," lanjutnya. Sambutan? Tawa riuh dan tepuk tangan yang panjang.

Momen itu jadi semakin spesial ketika Jack Antonoff naik ke panggung. Produser sekaligus sahabat dekat Sabrina itu yang menyerahkan trofi penghargaan.

Antonoff tak sungkan memberikan pujian. Ia menggambarkan kemampuan menulis Sabrina sebagai sesuatu yang luar biasa, karena bisa menyatukan kompleksitas musikal dengan kejujuran emosional yang jarang ditemui.

"Hal yang benar-benar gila adalah dia bisa menulis seperti itu," katanya.

Menurut Antonoff, kekuatan Sabrina juga ada pada caranya menghormati pendengar. Dia tidak menganggap remeh kecerdasan audiensnya. Justru, ia menyelipkan detail-detail musikal yang menantang, yang justru bikin lagunya makin memuaskan untuk didengar.

"Jika kamu benar-benar percaya orang-orang itu cerdas, kamu bisa lolos dengan banyak hal. Perubahan kunci di 'Please Please Please' yang begitu mendebarkan, itulah jenis hal yang penting dan menarik," tambah Antonoff.

Di penghujung acara, Sabrina mengalihkan sorotan kepada pihak yang ia anggap paling berjasa: para penggemar. Ia berterima kasih karena mereka bukan sekadar mendengarkan, tapi menjadikan lagu-lagunya bagian dari cerita hidup mereka sendiri.

"Terima kasih untuk para penggemar yang membuat hit-hits ini," ucap Carpenter penuh rasa.

"Terima kasih kepada para penggemar yang mempelajari lirik dan menyanyikan lagu-lagu itu dan menjadikannya hits, apa pun artinya itu," tutupnya. Sebuah pengakuan sederhana yang justru menunjukkan di mana sebenarnya jantung dari sebuah lagu yang benar-benar menyentuh.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar