Di sisi lain, yang paling menggembirakan adalah meluasnya partisipasi masyarakat biasa. Jumlah investor ritel kini sudah melampaui 20 juta. Dan yang aktif? Jumlahnya fantastis.
Catatan 24 kali ATH ini jelas melampaui rekor periode sebelumnya. Performa IHSG terlihat sangat agresif, terutama jika dikaitkan dengan periode kebijakan fiskal tertentu. Hingga awal Desember saja, sudah tercatat 21 kali rekor, sebelum akhirnya bertambah tiga kali lagi di penghujung tahun.
Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia menutup 2025 dengan catatan kinerja yang gemilang. Dari sisi indeks, kapitalisasi, hingga partisipasi investor, semuanya bergerak ke arah yang positif. Sebuah modal kuat untuk menyambut tahun-tahun berikutnya.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168