Keempat SPBU penerima itu tersebar di beberapa titik strategis: di Jalan Bandara Rembele (Wih Pesam), di ruas jalan Takengon–Bireuen, dan di Desa Makmur Sentosa, Kecamatan Bandar.
Nah, dalam operasi kali ini, Pertamina pakai skema Storage Hub. Intinya, BBM dipindahkan dari tangki berkapasitas besar (16 kiloliter) ke tangki yang lebih kecil (8 kiloliter). Proses pemindahannya menggunakan pompa diafragma bertenaga angin, tentu dengan prosedur keselamatan yang ketat.
Sebelumnya, upaya penyaluran ke Bener Meriah dan Takengon sempat mengandalkan jalur udara. Pesawat seperti Hercules dan Cessna dikerahkan. Maklum, kerusakan infrastruktur di sana termasuk yang terparah di Aceh.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menegaskan komitmen perusahaan di tengah kondisi darurat ini.
Tak berhenti di situ, distribusi langsung dilanjutkan keesokan harinya, Sabtu (28/12), menuju wilayah Takengon di Kabupaten Aceh Tengah. Tujuh unit mobil tangki kembali disiagakan, mengangkut 40 kiloliter Pertalite dan 16 kiloliter Biosolar untuk disalurkan ke tujuh SPBU. Upaya ini terus digenjot demi menjaga stok energi bagi masyarakat yang sedang berjuang pulih.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,857 Juta per Gram, PPN Dihapus
IHSG Anjlok Hampir 1%, Ditekan Saham Konglomerasi dan Bank Besar
OJK, BEI, dan KSEI Rampungkan Empat Agenda Kunci Perkuat Transparansi Pasar Modal
IHSG Turun 0,99%, Nilai Transaksi Anjlok 36,69% Pekan Lalu