Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), baru saja merampungkan empat agenda kunci. Agenda ini bertujuan memperkuat transparansi pasar modal kita, dan merupakan bagian dari proposal yang diajukan kepada penyedia indeks global seperti MSCI.
Menurut Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, pencapaian ini bukanlah hal yang tiba-tiba. Ini adalah realisasi dari 8 Rencana Aksi yang dicanangkan sejak awal Februari 2026 lalu.
"Capaian ini meliputi penyediaan data kepemilikan saham di atas 1 persen untuk publik, lalu implementasi pengumuman High Shareholding Concentration atau HSC," jelas Kautsar dalam keterangannya, Senin (4/4/2026).
Dia menambahkan, ada juga penguatan granularitas klasifikasi investor dalam data KSEI. Tak ketinggalan, batas minimum free float saham dinaikkan menjadi 15 persen melalui penyesuaian aturan BEI.
Di sisi lain, langkah-langkah ini bukan sekadar pencapaian administratif belaka. Kautsar menegaskan, ini adalah wujud komitmen berkelanjutan dari BEI dan KSEI untuk mendukung reformasi pasar modal. Intinya, meningkatkan transparansi dan kualitas informasi menjadi prioritas, yang pada akhirnya diharapkan bisa membangun kepercayaan investor, baik lokal maupun mancanegara.
Lantas, apa dampaknya ke depan?
"Implementasi reformasi transparansi pasar ini diharapkan dapat mendorong efisiensi pasar yang lebih baik," ujarnya.
Tak hanya itu, perlindungan investor juga akan semakin kuat. Dan yang tak kalah penting, daya saing pasar modal Indonesia di kancah global diharapkan ikut terdongkrak. Semua ini bergerak untuk menciptakan ekosistem pasar yang lebih sehat dan kompetitif.
(kunthi fahmar sandy)
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Perdagangan, Optimisme AI dan Harapan Damai AS-Iran Jadi Pendorong
PT Segar Kumala Indonesia Alihkan Transaksi Impor ke Yuan China untuk Tekan Dampak Pelemahan Rupiah
Citra Tubindo Bagikan Dividen 21,78 Juta Dolar AS ke Pemegang Saham
PT BEEF Rombak Direksi dan Komisaris, Ari Wijayanto Ditunjuk sebagai Dirut Baru