Di sisi lain, ketegangan geopolitik global yang belum reda juga memberi tekanan. Kabarnya, AS masih memantau pergerakan kapal di dekat Venezuela, menyusul penyitaan dua tanker sebelumnya. Belum lagi perkembangan dari konflik Rusia-Ukraina, di mana Ukraina disebut-sebut baru saja menyerang kapal tanker Rusia di Laut Mediterania untuk pertama kalinya.
Kalau kita lihat perjalanannya sepanjang tahun, kenaikan emas ini benar-benar fenomenal. Logam mulia itu telah melesat lebih dari 60 persen dan sedang menuju kinerja tahunan terbaik dalam lebih dari empat dekade tepatnya sejak 1979.
Penguatan yang luar biasa ini juga tak lepas dari peran bank sentral berbagai negara yang terus membeli emas secara agresif. Ditambah lagi, arus dana yang masuk ke reksadana atau ETF berbasis emas juga masih kuat, menunjukkan kepercayaan investor jangka panjang.
Meski begitu, investor tetap perlu hati-hati. Pasar saham selalu dinamis dan penuh kejutan. Keputusan untuk membeli atau menjual saham sepenuhnya ada di tangan Anda sebagai investor. Lakukan analisis mendalam, jangan hanya terbawa euforia sesaat.
Artikel Terkait
Kemenhub Wajibkan Sopir Cadangan dan Aturan Istirahat Ketat untuk Antisipasi Kecelakaan Arus Balik
PT Merdeka Gold Ajukan IPO di Hong Kong di Tengah Peningkatan Produksi dan Kerugian Membengkak
Harga CPO Melemah Tipis di Tengah Pergerakan Minyak Nabati yang Beragam
Harga Emas Antam Stagnan, Harga Buyback Turun Rp80.000 per Gram