Arus Balik Lebaran Padat, Rest Area di Tol Cipali Dikelola dengan Sistem Buka-Tutup

- Selasa, 24 Maret 2026 | 19:15 WIB
Arus Balik Lebaran Padat, Rest Area di Tol Cipali Dikelola dengan Sistem Buka-Tutup

Arus balik Lebaran di Tol Cipali benar-benar membludak. Tak cuma jalanan yang penuh, area istirahatnya pun ikutan sesak. Nah, buat ngatasin situasi ini, pengelola jalan tol bareng polisi akhirnya ambil langkah: sistem buka-tutup rest area diterapkan secara fleksibel.

Kebijakan ini berlaku untuk semua rest area di ruas Cikopo-Palimanan, baik yang di jalur satu arah (one way) maupun yang masih dua arah normal. Intinya, semua disesuaikan sama kondisi lapangan.

Menurut sejumlah saksi, beberapa titik jadi pusat perhatian. Di jalur one way, rest area di KM 86, 102, 130, dan 166 paling ramai. Sementara untuk kendaraan yang masih melintas di jalur normal, mereka bisa singgah di KM 164, 130, 101, atau KM 77.

Gimana cara kerjanya? Sederhana saja. Begitu kapasitas parkir rest area sudah mentok, akses masuk langsung ditutup sementara. Tujuannya jelas: mencegah antrean kendaraan memanjang sampai ke badan tol utama, yang bisa bikin macet bertambah parah.

Nah, buat para pemudik, pesannya jelas: jangan coba-coba berhenti di bahu jalan atau memaksakan diri antre. Risikonya gak main-main. Bisa bikin lalu lintas makin lambat, atau yang lebih parah, memicu kecelakaan. Apalagi volume kendaraan sedang sangat tinggi seperti sekarang.

Lalu, kalau butuh istirahat gimana? Alternatifnya, lanjutin saja perjalanan ke rest area berikutnya. Atau, kalau memang kepepet, keluar lewat gerbang tol terdekat untuk cari tempat istirahat di luar. Tenang aja, soal biaya nggak bakal ditambah. Soalnya sistem transaksi di tol ini kan tertutup, jadi perhitungannya tetap berdasarkan jarak tempuh kamu.

Di tengah penerapan aturan ini, arus kendaraan menuju Jakarta ternyata masih terus mengalir deras. Hingga Selasa sore (24/3/2026), tepatnya sampai pukul 17.00 WIB, catatannya sudah sekitar 74 ribu kendaraan melintas dari eks Gerbang Tol Cikopo menuju ibu kota. Angka yang cukup besar.

Meski begitu, rekayasa lalu lintas one way sejauh ini dinilai cukup efektif. Arus lalu lintas masih bisa dikatakan lancar dan terkendali. Tapi, semua pihak tetap diingatkan: utamakan keselamatan. Jaga jarak aman dan patuhi semua arahan petugas di lapangan.

Dan satu hal penting lagi: selama sistem satu arah berlaku, pemudik dilarang keras berpindah jalur atau melakukan putar balik. Keselamatan adalah yang utama.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar