IHSG Tembus Rekor Baru, Didorong Saham-Saham Raksasa

- Rabu, 03 Desember 2025 | 11:00 WIB
IHSG Tembus Rekor Baru, Didorong Saham-Saham Raksasa

IHSG kembali mencatat sejarah. Indeks Harga Saham Gabungan menyentuh level tertinggi sepanjang masa dalam perdagangan Rabu (3/12/2025), didorong oleh aksi beli pada sejumlah saham besar yang jadi tulang punggung pasar.

Menurut pantauan di Bursa Efek Indonesia, pukul 10.08 WIB, IHSG bertengger di 8.649, naik 0,38 persen. Padahal, di awal sesi, indeks sempat menyentuh puncak intraday yang lebih tinggi lagi, yakni 8.669,19. Pasar terlihat cukup hidup: 332 saham naik, 293 turun, dan 331 lainnya flat.

Transaksi harian pun tak kalah ramai, dengan nilai mencapai Rp7,23 triliun dan volume perdagangan menembus 14,44 miliar saham.

Nah, siapa saja penggeraknya? Saham data center DCII melesat 7,39 persen dan jadi salah satu penarik utama. Harganya memang tinggi, di atas Rp250 ribu per lembar, sehingga saham ini kurang likuid. Tapi justru karena itulah, setiap kenaikan harganya langsung memberi dorongan yang signifikan terhadap pergerakan IHSG. Kapitalisasi pasarnya yang besar, sekitar Rp601 triliun, punya pengaruh yang kuat.

Dari sektor consumer goods, Unilever (UNVR) juga ikut mengangkat semangat dengan kenaikan 2,64 persen. Sementara itu, Telkom (TLKM) memberikan kontribusi yang tak kalah besar. Dengan bobotnya yang masif di indeks, kenaikan 2,25 persen saja sudah cukup untuk mendorong IHSG ke zona hijau.

Di sisi lain, ada juga saham energi dari Grup Sinarmas, DSSA. Kenaikannya mungkin terlihat biasa saja, cuma 1,13 persen. Namun, jangan salah. Kapitalisasi pasarnya yang jumbo, nyaris Rp901 triliun, membuat saham ini jadi salah satu penopang reli yang penting meski pergerakannya tak terlalu likuid.

Sektor tambang ikut menyumbang tenaga lewat saham kontraktor PTRO yang menguat 0,98 persen. Lalu, dari perbankan, dua raksasa bergerak. BBCA naik tipis 0,30 persen, tapi dengan kapitalisasi di atas Rp1.000 triliun, pergerakan sekecil apa pun dampaknya tetap terasa. Bank Mandiri (BMRI) pun mengikuti, menguat 0,21 persen dan mengonfirmasi sentimen positif di sektor keuangan.

Sementara itu, suasana di bursa regional Asia cenderung lebih cerah hari ini. Sentimen membaik setelah tekanan jual di pasar obligasi global dan aset kripto mulai mereda, memicu rebound di Wall Street.

Indeks MSCI Asia Pasifik (di luar Jepang) naik 0,3 persen. Nikkei Jepang melonjak 1,18 persen, KOSPI Korea naik 1,03 persen. Pasar Australia dan Singapura juga catat kenaikan, meski tipis.

Tapi, tidak semua hijau. Shanghai Composite justru melemah 0,18 persen, dan Hang Seng Hong Kong turun lebih dalam, 1,00 persen.

Mengutip Reuters, ketenangan kembali terasa setelah awal pekan yang bergejolak. Kekhawatiran soal kenaikan suku bunga Jepang sempat memicu aksi jual besar-besaran di obligasi global dan mendepresiasi aset kripto, yang akhirnya menyeret saham ke dalam arus keluar dari aset berisiko. Kini, situasi itu tampaknya mulai mereda.

Bitcoin bahkan berhasil rebound dan menembus lagi level USD90.000. Sementara itu, kontrak berjangka indeks saham AS seperti Nasdaq dan S&P 500 juga menguat, masing-masing sekitar 0,1 persen.

Keputusan pembelian atau penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar