Pasar saham diprediksi bakal berjalan dengan dua arah yang berbeda hari ini. IHSG kemungkinan bergerak dalam rentang yang cukup lebar, antara 8.470 dan 8.599.
Analisis dari WH Project menyoroti bahwa sentimen dari rebalancing MSCI masih membayangi. Di satu sisi, momen ini memang memberi angin segar. Aliran dana asing biasanya membanjir, mendorong indeks dan melambungkan harga beberapa saham tepat sebelum bel penutupan berbunyi.
Hal itu sudah terbukti kemarin. IHSG sukses melonjak 1,85 persen ke level 8.570,25, menjauh cukup signifikan dari zona psikologis 8.400.
Tapi, di balik penguatan itu, ada risiko yang mengintai.
"Momentum rebalancing MSCI umumnya memicu penguatan, termasuk pergerakan saham yang melompat di akhir perdagangan dan membentuk gap pada candlestick harian kondisi yang membuka peluang terjadinya profit taking,"
Demikian penjelasan William Hartanto, Founder WH Project, dalam risetnya yang dirilis Senin kemarin.
Dia melanjutkan, melihat terbentuknya gap teknikal dan kenaikan cepat di saham-saham besar, pasar kemungkinan besar akan bergerak tak menentu. Pola ini sebenarnya bukan hal baru. Sejarah mencatat, IHSG kerap bergerak variatif usai mencatatkan rekor tertinggi baru.
"Pada perdagangan hari ini, IHSG berpeluang bergerak mixed karena meningkatnya potensi aksi ambil untung"
Namun begitu, prospek jangka pendeknya tak sepenuhnya suram. Dengan momentum kuat yang masih berlangsung hingga akhir November ini, William memperkirakan IHSG berpeluang menutup bulan di atas level 8.400.
"Area support baru juga mulai terbentuk di kisaran 8.470-8.500, yang menjadi batas bawah potensi pergerakan mixed hari ini,"
katanya menambahkan.
Nah, buat yang mau cari peluang, berikut beberapa rekomendasi saham berdasarkan analisis teknikal:
- BEEF: buy, support Rp620, resistance Rp715
- INKP: buy, support Rp7.500, resistance Rp8.075
- KRAS: buy, support Rp378, resistance Rp412
- UNVR: buy, support 2.600, resistance Rp2.760
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Pendapatan Non-Tambang PT Dian Swastatika Sentosa Naik Jadi 7,6 Persen, Didorong Bisnis Digital dan Teknologi
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
IPCM Alokasikan Rp74 Miliar untuk Pengadaan Kapal Baru pada 2026
PGUN Kejar Target Free Float 12,5 Persen pada 2027, Siapkan Skema Pelepasan Saham Bertahap