"Mereka beranggapan dengan membeli baju thrifting, mereka turut serta dalam upaya penyelamatan air bersih," papar Adian.
Adian membeberkan data lingkungan yang mencengangkan: produksi satu celana jeans membutuhkan 3.781 liter air, sementara satu kaus katun baru menghabiskan 2.700 liter air setara dengan konsumsi air minum satu orang selama 2,5 tahun.
Dampak Industri Tekstil Terhadap Lingkungan
Tak hanya persoalan air, industri tekstil konvensional disebutkan menyumbang 20% polusi udara global. Angka ini menjadi pertimbangan krusial dalam perumusan kebijakan thrifting ke depan.
"Logika generasi muda mungkin begini: 'Jika saya tidak bisa menciptakan air bersih, setidaknya saya tidak membuang-buang air bersih. Dengan membeli jeans bekas, saya telah menyelamatkan 2.700 liter air'," ujarnya menirukan sudut pandang milenial.
Adian menegaskan pemerintah sebagai regulator harus memiliki pemahaman komprehensif sebelum mengambil keputusan. Kebijakan yang dihasilkan harus mampu menyeimbangkan antara perlindungan industri lokal, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial bagi masyarakat.
Laporan: Tim Liputan Parlemen
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi