Seorang wanita bernama Khairun Nisa memicu kehebohan di dunia penerbangan. Aksi nekatnya? Menyamar jadi pramugari Batik Air. Semua berawal dari sebuah penerbangan biasa dari Palembang menuju Jakarta awal Januari lalu.
Rupanya, kecurigaan awak kabin muncul bukan tanpa alasan. Motif pada rok seragam yang dikenakan Nisa terlihat janggal. Coraknya berbeda, tidak cocok dengan standar resmi yang dikeluarkan perusahaan.
Kru pesawat pun mulai bertanya-tanya. Mereka lalu mendekati Nisa dan mengajukan pertanyaan sederhana, seputar diklat dan masa pelatihannya. Di sinilah segalanya mulai berantakan.
"Pada saat di pesawat, salah satu kru tanya ke dia, 'Mbak diklat tahun berapa?' Bingung dia, akhirnya gelagapan. Di situ ketahuannya,"
Penjelasan itu datang dari Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian, ketika dikonfirmasi Kamis siang. Menurutnya, Nisa langsung terpojok. Jawabannya tidak nyambung, penuh keraguan.
Setelah insiden di udara itu, kru segera menghubungi aviation security. Begitu pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Nisa langsung dibawa untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Namun begitu, kasus ini tidak berakhir dengan penahanan. Septian menambahkan, pihak maskapai memilih untuk tidak melanjutkan laporan secara hukum. Nisa dibebaskan setelah melalui proses pemeriksaan.
Jadi, aksi penyamaran itu akhirnya terbongkar. Bukan oleh teknologi canggih atau prosedur keamanan ketat, melainkan oleh detail sepele: corak rok yang salah dan kegugupan saat menjawab pertanyaan.
Artikel Terkait
Tim Penyelamat Gabungan Laos-Thailand Temukan Lima Korban Selamat di Gua Xaisomboun
Mendikdasmen Pastikan Tak Ada Anak Indonesia Kehilangan Akses Pendidikan, Revitalisasi Sekolah di Pulau Arar Jadi Prioritas
Lucky Cell Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Ciracas Sambut Iduladha
Sapi Kabur Saat Hendak Disembelih Iduladha di Bogor, Damkar Turun Tangan Evakuasi