Tim penyelamat gabungan dari Laos dan Thailand berhasil menemukan lima orang dalam kondisi selamat setelah terjebak selama hampir sepekan di dalam sebuah gua di Provinsi Xaisomboun, Laos, pada Rabu, 27 Mei 2026. Operasi pencarian masih terus berlangsung untuk mencari dua korban lainnya yang belum ditemukan.
Kepala Tim Penyelamat Thailand, Kengkard Bongkawong, menyatakan bahwa hingga pukul 16.30 waktu setempat, timnya telah mengevakuasi lima orang tersebut. “Kami akan terus mencari dua orang lainnya,” ujarnya, Kamis, 28 Mei 2026. Proses pencarian melibatkan puluhan personel dari kedua negara yang bekerja keras di tengah medan yang sulit.
Momen penemuan para korban terekam dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial oleh relawan penyelamat asal Thailand, Chakrakrit Taengtung. Dalam rekaman itu, kelima korban terlihat dalam kondisi psikologis yang baik. Mereka tersenyum dan bersorak gembira sambil mengangkat tangan ke udara saat menyambut kedatangan tim penyelamat.
Insiden ini bermula ketika tujuh warga negara Laos memasuki gua di wilayah Xaisomboun pada pekan lalu dengan tujuan mencari emas. Namun, cuaca buruk berupa hujan lebat yang memicu tanah longsor terjadi tak lama setelah mereka masuk. Material longsor dan banjir kemudian memblokir satu-satunya akses jalan keluar, menjebak mereka di dalam gua.
Kelompok relawan dari Thailand mulai diterjunkan dan bergabung dalam operasi pencarian sejak Minggu. Operasi ini juga melibatkan seorang penyelam veteran asal Thailand yang pernah berpartisipasi dalam evakuasi dramatis 12 anak dan pelatih sepak bola dari gua yang terendam banjir di Thailand utara pada 2018 silam. Peristiwa itu kala itu menyita perhatian global karena tingkat kesulitan dan risiko tinggi yang dihadapi tim penyelamat.
Artikel Terkait
Jersey Timnas Piala Dunia 2026: Filosofi Budaya hingga Kolaborasi Bersejarah Jordan Brand dan Brasil
Polri Ubah Paradigma Polantas: dari Penindak Pelanggaran Menjadi Pelayan Humanis Berbasis Teknologi
Iran Tegaskan Tak Akan Mundur dari Garis Merah Meski Ditekan Trump
China Usir Kapal Perang Belanda dari Perairan Paracel, Tuduh Langgar Kedaulatan