Di kawasan Menteng yang tenang, tepatnya di Jalan HOS Cokroaminoto, suasana Kamis (8/1/2026) pagi tampak berbeda. Partai Perindo bersama tujuh partai lain yang belum duduk di parlemen, secara resmi membuka sekretariat bersama Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR). Langkah ini bukan sekadar seremoni. Bagi mereka, ini adalah titik awal untuk mengencangkan barisan.
“Dengan ada sekretariat bersama ini, kami bisa konsolidasi lebih intens,” ujar Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Sekjen Partai Perindo, usai acara peresmian.
Ia terlihat optimis. Menurutnya, kehadiran fisik Sekber GKSR akan memacu kerja lebih konkret, terutama untuk menghadapi tahapan elektoral tahun 2029 nanti.
Ferry menyebut, Badan Pekerja GKSR segera akan bergerak. Tugas pertama mereka adalah merumuskan sejumlah isu krusial yang dianggap penting bagi partai-partai non-parlemen.
“Setidaknya ada empat poin utama,” jelasnya.
“Pertama, soal parliamentary threshold. Ini penting banget. Lalu, yang kedua menyangkut verifikasi partai politik,” tambah Ferry.
Artikel Terkait
RSHS Tegaskan Super Flu di Bandung Bukan Istilah Medis, Masyarakat Diminta Tenang
KPK Tetapkan Mantan Menag Yaqut Tersangka Kasus Kuota Haji
Aam Sapulete Bantah Keras: SBY Tak Ada Urusan dengan Isu Ijazah Jokowi
Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Tak Terlibat Laporan Hukum ke Pandji Pragiwaksono