Pernah dengar ungkapan bahwa pejabat yang suka membohongi rakyat bakal ketiban sial? Konon, setelah masa jabatannya usai, wajahnya bisa berubah, kesehatannya runtuh. Ternyata, omongan yang sering dianggap sekadar sindiran itu punya dasar yang cukup kuat. Bahkan, ada penjelasannya dalam Al-Quran.
Mari kita buka kitab suci tersebut. Di dalamnya, khususnya pada Surat Al-Baqarah ayat 9, kita bisa menemukan isyarat tentang dampak buruk dari kebohongan. Ayat itu, menurut sejumlah penafsiran, sering dikaitkan dengan hadis-hadis medis yang membongkar kaitan antara dusta dan kesehatan seseorang.
Nah, menariknya, fakta ilmiah modern seolah mengamini hal ini. Berbagai jurnal kesehatan menyebutkan, kebiasaan berbohong memicu peningkatan hormon stres kortisol. Akibatnya, sistem imun tubuh bisa melemah. Gangguan tidur pun rentan terjadi, belum lagi masalah pada jantung dan pembuluh darah. Efeknya memang beragam.
Dulu, mungkin pemahaman seperti ini cuma dianggap ranah para dokter atau ahli agama. Tapi sekarang, rasanya kita semua butuh merenungkan sisi "medis" dari Al-Quran ini. Kitab suci bukan cuma soal ibadah ritual, tapi juga panduan hidup yang menyeluruh, termasuk untuk menjaga kesehatan batin dan jasmani.
Artikel Terkait
Dapur, Masakan, dan Kenangan Ibu: Dua Cerpen yang Menyimpan Memori Kolektif
Relawan Bogor Bangun Hunian Darurat dan Bawa Harapan ke Aceh Tamiang
Longsor di Kudus Seret Dua Kendaraan ke Jurang
Istri di Balik Badai Haji: Eny Retno, Perempuan yang 21 Tahun Hidup dalam Sunyi