FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) bekerja sama dengan Lenovo untuk menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen pertama yang sepenuhnya didukung oleh kecerdasan buatan (AI). Kemitraan strategis ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman terbaik bagi miliaran penggemar, penyiar, serta tim yang berlaga.
Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang dengan tantangan logistik terbesar dalam sejarah FIFA. Turnamen ini akan menyelenggarakan 104 pertandingan di 16 kota yang tersebar di tiga negara: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Untuk mengelola skala yang begitu besar, FIFA menunjuk Lenovo sebagai mitra teknologi resmi yang menyediakan infrastruktur lengkap dari perangkat hingga cloud.
Nacho Fresco, Direktur Teknologi FIFA, menekankan pentingnya kemitraan ini. "Ini akan menjadi Piala Dunia terbesar yang pernah ada. Kami membutuhkan mitra teknologi yang dapat diandalkan untuk memastikan semuanya berjalan lancar," ujarnya.
Bagi Lenovo, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengubah citra perusahaan di mata global. Jeff Shafer, SVP & Chief Communications Officer Lenovo, menyatakan bahwa tujuan mereka adalah menunjukkan kemampuan Lenovo sebagai penyedia solusi teknologi end-to-end, bukan hanya produsen perangkat.
Fokus pada Tiga Pilar Utama
Visi Piala Dunia bertenaga AI akan berpusat pada tiga pilar utama: penggemar, penyiar, dan keluarga sepak bola (pemain, pelatih, dan tim). Teknologi AI akan digunakan untuk meningkatkan setiap aspek turnamen, mulai dari pengalaman menonton yang lebih personal dengan statistik mendalam hingga analisis prediktif dan konten interaktif.
Artikel Terkait
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun
WhatsApp Permudah Buat Stiker Hampers Lebaran dengan Fitur AI
Resident Evil Requiem Catat Rekor, Terjual 6 Juta Kopi dalam Dua Minggu
Pemerintah Larang Anak di Bawah 16 Tahun Buat Akun Media Sosial Mulai 2026