Tak heran, namanya pun menghiasi berbagai publikasi ilmiah dan tayangan media. Beberapa hasil kerjanya bahkan dimuat di jurnal ternama Nature. Media populer pun menjulukinya "simpanse jenius".
Ai datang ke Kyoto University pada 1977, didatangkan dari Afrika Barat. Kehidupannya di sana kemudian berlanjut dengan kelahiran anak jantan bernama Ayumu di tahun 2000. Menariknya, Ayumu ternyata mewarisi bakat ibunya. Kemampuan anaknya itu lantas menjadi bahan penelitian tersendiri, terutama untuk melihat bagaimana pengetahuan ditransfer antara induk dan anak.
Di sisi lain, warisan terbesar Ai mungkin adalah kerangka eksperimental yang ia bantu bangun. Berkatnya, para peneliti punya fondasi kokoh untuk menyelami cara kerja pikiran simpanse, yang pada akhirnya juga membantu kita memahami evolusi pikiran manusia sendiri.
Universitas memberikan pernyataan penghormatan terakhir.
“Ai punya rasa ingin tahu yang sangat besar dan selalu aktif terlibat dalam penelitian. Melalui dirinya, untuk pertama kalinya, banyak aspek pikiran simpanse berhasil terungkap.”
Artikel Terkait
Serangan Iran Picu Panik, Jet Pribadi di Dubai Diborong dengan Harga Selangit
Temuan di Gua Jerman Ungkap Simbol Komunikasi Manusia Purba 40.000 Tahun Lalu
Cara Nonaktifkan Suara Jepretan Kamera iPhone Sesuai Model
Domain AI.com Terjual Rp1,1 Triliun, Pecahkan Rekor Termahal Sepanjang Sejarah