Dunia ilmu pengetahuan kehilangan salah satu subjek penelitian paling cemerlang. Ai, seekor simpanse yang namanya berarti "cinta" dalam bahasa Jepang, tutup usia di umur 49 tahun. Kabar duka ini datang dari para peneliti di Kyoto University.
Menurut pernyataan resmi dari Center for the Evolutionary Origins of Human Behavior, Ai menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat lalu, tepatnya tanggal 8 Januari. Penyebabnya adalah kegagalan fungsi beberapa organ, ditambah penyakit-penyakit yang umumnya menyertai usia tua.
Ai bukan simpanse biasa. Selama hidupnya, ia terlibat dalam banyak studi tentang persepsi, memori, dan cara belajar. Kontribusinya sangat besar, membantu ilmuwan menguak tabir kecerdasan primata lebih dalam lagi.
Kemampuannya memang luar biasa. Seperti pernah diungkapkan ahli primata Tetsuro Matsuzawa pada 2014, Ai bisa mengenali lebih dari seratus karakter Mandarin dan alfabet Inggris. Ia juga paham angka Arab dari 0 sampai 9, serta mampu membedakan setidaknya 11 warna berbeda.
Percobaan-percobaan yang dilakukannya kerap memukau. Dalam satu studi, misalnya, Ai dihadapkan pada layar komputer yang menampilkan karakter Mandarin untuk warna merah muda. Di sebelahnya ada dua kotak: satu merah muda, satu ungu. Dengan konsisten, ia memilih kotak berwarna merah muda.
Ada juga eksperimen lain yang tak kalah menarik. Saat diperlihatkan sebuah apel, Ai bisa memilih bentuk-bentuk geometri di layar persegi, lingkaran, titik untuk menggambar buah itu secara virtual. Sungguh mengagumkan.
Artikel Terkait
Sahur Jadi Prime Time Baru di Era Digital, Trafik Internet Melonjak 90%
Redmi Note 15 Siap Hadapi Tantangan Ekstrem, Tahan Air 24 Jam dan Baterai 6 Tahun
Spirulina: Sumber Protein Masa Depan yang Tumbuh Subur di Bumi Tropis
Oppo Reno 15 Siap Guncang Pasar dengan Selfie Ultra-Wide 50 MP