Application Boom: Euforia dan Realitas
Pilar ketiga adalah Application Boom. Fase ini memang sedang terjadi di Indonesia, ditandai dengan meledaknya jumlah aplikasi digital dalam beberapa tahun terakhir. Nugroho mengakui prestasi itu. Banyak aplikasi lokal punya basis pengguna besar dan nilai transaksi yang fantastis.
Tapi di sisi lain, ia mengingatkan agar kita tak terjebak euforia. Pertumbuhan yang pesat tak selalu mencerminkan kesehatan bisnis yang sebenarnya. Seringkali, yang jadi patokan cuma metrik-metrik semu seperti jumlah pengguna aktif atau nilai transaksi kotor.
"Di Indonesia kemarin booming aplikasi dengan monthly active user (MAU) tinggi, daily active user (DAU) tinggi, gross transaction value (GTV) besar. Tapi pada akhirnya, profit is king," katanya.
Bagi Telkomsel, aplikasi harus dilihat sebagai bagian dari rantai nilai yang lebih panjang. Mereka mencoba menerapkan ini lewat platform seperti MyTelkomsel, yang punya sekitar 60 juta pengguna aktif bulanan. Di sini, aplikasi bukan sekadar alat cari pengguna, tapi bagian dari model bisnis yang terintegrasi dan yang paling penting berkelanjutan.
Rethinking Education: Titik Penentu Jangka Panjang
Pilar terakhir ini mungkin yang paling menentukan untuk jangka panjang: Rethinking Education. Nugroho menilai Indonesia masih punya pekerjaan rumah besar di sektor pendidikan. Skor PISA yang rendah dan akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas yang terbatas adalah buktinya.
Sebagai bentuk kontribusi, Telkomsel mulai berinvestasi pada pengembangan SDM melalui kolaborasi dengan kampus. Salah satu langkah nyatanya adalah peluncuran AI Innovation Hub bersama Institut Teknologi Bandung (ITB). Harapannya, pusat ini bisa jadi wadah untuk membangun kompetensi di bidang kecerdasan buatan dan teknologi digital lainnya.
"Dengan digitalisasi di bidang learning and education, diharapkan tingkat pendidikan Indonesia bisa semakin naik, sehingga kita bisa melakukan reskilling, upskilling yang dibutuhkan oleh Indonesia untuk support digital economy di 2045," jelas Nugroho.
Pada akhirnya, Telkomsel memposisikan diri sebagai salah satu penggerak dalam mesin besar ekonomi digital Indonesia. Target 2045, kata Nugroho, tak akan tercapai tanpa kolaborasi nyata dari semua pihak dan keberanian untuk membenahi fondasi secara struktural. Itulah tantangan sebenarnya.
Artikel Terkait
Tikus Astronaut China Lahirkan Sembilan Anak Usai Misi Dua Pekan di Luar Angkasa
Telkomsel Bergerak Cepat: Pulihkan Sinyal dan Bantu Korban Pascabencana Sumatera
Henti Jantung Bisa Terjadi di Mana Saja, Tindakan Anda Bisa Jadi Penyelamat
Oppo Reno 15 Rilis dengan Desain Aurora yang Menari di Bawah Cahaya