Pertemuan di Solo antara Damai Hari Lubis, Eggi Sudjana, dan mantan Presiden Joko Widodo ternyata tak sekadar basa-basi. Ada kesepakatan yang mengemuka, begitu klaim Damai. Ia mengungkapkannya dalam sebuah tayangan televisi swasta yang kemudian ramai di YouTube pada Selasa, 20 Januari 2026.
Menurut Damai, dalam pertemuan tanggal 8 Januari itu, Jokowi sendiri yang menawarkan sebuah "understanding" terkait kasus ijazah palsu yang selama ini jadi perdebatan. Kata itu, "understanding," diucapkan Damai dengan nada yang jelas.
Eggi Sudjana, yang hadir bersamanya, disebut merespons tawaran itu dengan positif. Namun, responnya punya gaya tersendiri.
"Bukan saya berarti mau ngelawan Bapak ya, tapi enggak mungkin saya ngelawan Bapak. Bapak kan orang hebat,"
kata Damai, menirukan ucapan Eggi kala itu. Gaya bicaranya spesifik, langsung menunjuk ke persoalan ijazah yang sedang hangat.
Yang menarik, Damai menegaskan bahwa kesepakatan ini bisa tercapai tanpa ada permintaan maaf sama sekali. "Enggak ada," ucapnya singkat, menepis spekulasi bahwa mungkin ada permohonan maaf dari salah satu pihak.
Narasi ini muncul di tengah status hukum keduanya sebagai tersangka kasus dugaan fitnah soal ijazah Jokowi. Kasus yang diproses Polda Metro Jaya itu memang sudah berakhir. Polda menerbitkan SP3, Surat Perintah Penghentian Penyidikan, pada 16 Januari 2026.
Jadi, pertemuan di Solo itu terjadi beberapa hari sebelum kasusnya secara resmi dihentikan. Sebuah urutan waktu yang, bagi banyak pengamat, cukup membuat penasaran.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT