32 WNI Dievakuasi dari Iran ke Azerbaijan, Tunggu Penerbangan Pulang

- Minggu, 08 Maret 2026 | 04:45 WIB
32 WNI Dievakuasi dari Iran ke Azerbaijan, Tunggu Penerbangan Pulang

Gelombang pertama warga negara Indonesia akhirnya dievakuasi dari Iran. Kabar terbaru, sebanyak 32 WNI kini telah berada di Baku, Azerbaijan, menunggu jadwal penerbangan mereka pulang ke Indonesia. Langkah ini diambil oleh Kementerian Luar Negeri menyusul situasi keamanan di Iran yang dinilai kurang kondusif.

Menurut Heni Hamidah, Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, proses evakuasi ini bakal dilakukan bertahap. Rencananya, jalur yang digunakan adalah melalui Iran menuju Azerbaijan.

"Mencermati perkembangan situasi dan keamanan di Iran, evakuasi WNI dari Iran akan dilaksanakan secara bertahap. Evakuasi bertahap ini akan menggunakan jalur Iran-Azerbaijan. Batch pertama evakuasi diikuti oleh 32 evaquee dan hari ini (Sabtu) para evaquee sudah berada di Baku, Azerbaijan dan tengah menunggu penerbangan ke Tanah Air,"

Penjelasan itu disampaikannya kepada wartawan pada Minggu (8/3/2026).

Nah, untuk gelombang evakuasi selanjutnya, tampaknya masih perlu ditunggu. Pemerintah pusat di Jakarta masih akan menilai situasi. Keputusan akhir nanti sangat bergantung pada laporan dari KBRI Teheran yang terus memantau kondisi di lapangan yang katanya, sangat dinamis dan bisa berubah cepat.

"Untuk rencana evakuasi selanjutnya akan diputuskan oleh pemerintah RI setelah melalui assessment KBRI Tehran dengan mempertimbangkan situasi keamanan dan kondisi riil di lapangan yang sangat dinamis,"

Di sisi lain, upaya komunikasi dengan WNI yang masih berada di Iran terus digencarkan. Baik mereka yang tinggal menetap, maupun yang kebetulan sedang berada di sana.

"KBRI Tehran terus melakukan engagement dan outreach dengan para WNI lain yang masih berada di wilayah Iran, baik para WNI yang tinggal menetap di Iran maupun WNI yang kebetulan sedang berada di wilayah Iran pada saat ini,"

Jadi, intinya proses evakuasi sudah bergulir. Tiga puluh dua warga negara sudah dalam perjalanan pulang, sementara yang lain masih menunggu kepastian dengan harapan situasi segera membaik.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar