"Kami yakin, para parasit ini memanfaatkan sistem penciuman koloni. Mereka menyemprotkan asam format untuk menutupi aroma ratu asli dengan bau yang menjijikkan," jelas Takasuka, seperti dikutip Science Alert.
Akibatnya, para pekerja yang biasanya setia melindungi ibu ratu justru berbalik menyerang. Mereka menganggap sang ratu sebagai ancaman.
Setelah melancarkan serangan, si ratu parasit segera kabur. Dia tahu, sisa aroma asam format itu bisa membahayakan dirinya sendiri jika terdeteksi oleh para pekerja.
"Dia sangat paham bahwa bau asam format itu berbahaya. Kalau para pekerja mengenalinya, dia juga akan diserang," ujar Takasuka.
Proses ini bisa berulang berkali-kali. Sampai akhirnya, ratu asli tewas. Dan ketika sang pemimpin tumbang, si ratu parasit naik takhta. Dia mulai bertelur, mengambil alih koloni.
Yang menarik, para pekerja tidak melawan. Mereka justru menerima rezim baru ini. Bahkan dengan setia merawat telur-telur sang penyusup, seolah-olah itu adalah keturunan sah dari koloni mereka.
Artikel Terkait
OAIL Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Bukan Meteor, Melainkan Sampah Antariksa
Iran Buka Front Siber, Serangan Psikologis dan Spyware Gantikan Rudal
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun
WhatsApp Permudah Buat Stiker Hampers Lebaran dengan Fitur AI