"Kami yakin, para parasit ini memanfaatkan sistem penciuman koloni. Mereka menyemprotkan asam format untuk menutupi aroma ratu asli dengan bau yang menjijikkan," jelas Takasuka, seperti dikutip Science Alert.
Akibatnya, para pekerja yang biasanya setia melindungi ibu ratu justru berbalik menyerang. Mereka menganggap sang ratu sebagai ancaman.
Setelah melancarkan serangan, si ratu parasit segera kabur. Dia tahu, sisa aroma asam format itu bisa membahayakan dirinya sendiri jika terdeteksi oleh para pekerja.
"Dia sangat paham bahwa bau asam format itu berbahaya. Kalau para pekerja mengenalinya, dia juga akan diserang," ujar Takasuka.
Proses ini bisa berulang berkali-kali. Sampai akhirnya, ratu asli tewas. Dan ketika sang pemimpin tumbang, si ratu parasit naik takhta. Dia mulai bertelur, mengambil alih koloni.
Yang menarik, para pekerja tidak melawan. Mereka justru menerima rezim baru ini. Bahkan dengan setia merawat telur-telur sang penyusup, seolah-olah itu adalah keturunan sah dari koloni mereka.
Artikel Terkait
Tikus Astronaut China Lahirkan Sembilan Anak Usai Misi Dua Pekan di Luar Angkasa
Telkomsel Bergerak Cepat: Pulihkan Sinyal dan Bantu Korban Pascabencana Sumatera
Henti Jantung Bisa Terjadi di Mana Saja, Tindakan Anda Bisa Jadi Penyelamat
Oppo Reno 15 Rilis dengan Desain Aurora yang Menari di Bawah Cahaya