Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat 5,20% Kuartal III 2025, Ungguli Nasional, Ini 5 Kunci Suksesnya

- Sabtu, 08 November 2025 | 14:40 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat 5,20% Kuartal III 2025, Ungguli Nasional, Ini 5 Kunci Suksesnya

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Kuartal III 2025 Capai 5,20%, Ungguli Nasional

KOTA BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat capaian ekonomi yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada kuartal III tahun 2025 mencapai 5,20 persen (year-on-year). Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,04 persen pada periode yang sama.

Pencapaian ini sekaligus menegaskan kontribusi signifikan Jawa Barat terhadap perekonomian Indonesia, yaitu sebesar 12,73 persen.

Faktor Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Jabar

Plt. Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, mengungkapkan beberapa faktor kunci di balik pertumbuhan positif ini. Kebijakan Pemerintah Provinsi dan daerah dinilai turut mendukung.

"Faktor pendorongnya antara lain peningkatan mobilitas masyarakat sepanjang Januari-September, produksi padi yang meningkat, serta capaian realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mendorong sektor konstruksi," jelas Darwis, dikutip pada Sabtu (8/11/2025).

Lima Kebijakan Andalan Gubernur Dedi Mulyadi

Merespons data positif ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memaparkan lima kebijakan utama yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerahnya:

1. Memudahkan Mobilitas dengan Pembangunan Jalan

Kebijakan pertama adalah memudahkan lalu lintas orang dan barang. Hal ini diwujudkan dengan membangun 666 kilometer jalan yang pembiayaannya bersumber dari pajak kendaraan. "Melalui mobilitas masyarakat, maka bisa mendorong tumbuhnya perekonomian," ujar Dedi.

2. Menjaga Kualitas Infrastruktur

Dedi menekankan pentingnya menjaga kualitas pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan irigasi. Menurutnya, jalan yang cepat rusak akan menyedot anggaran yang seharusnya bisa dialokasikan untuk investasi sumber daya manusia.

3. Transparansi APBD

Kebijakan belanja infrastruktur yang besar diimbangi dengan komitmen transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bahkan, Gubernur Dedi Mulyadi melaporkan kondisi kas daerah setiap hari melalui akun media sosialnya.

4. Menciptakan Iklim Investasi yang Nyaman

Berbagai langkah diambil untuk membuat iklim investasi di Jawa Barat semakin nyaman. Langkah-langkah tersebut termasuk memberantas premanisme melalui satuan tugas dan menghilangkan praktik percaloan tenaga kerja dengan aplikasi NyariGawe.

5. Memfasilitasi Perusahaan

Pemprov Jabar secara aktif memfasilitasi dan mengatasi kendala yang dihadapi perusahaan yang hendak berinvestasi dan berusaha di Jawa Barat.

Dampak Nyata: Investasi Meningkat Signifikan

Kebijakan-kebijakan tersebut membuahkan hasil yang konkret. Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, nilai investasi di Jawa Barat pada Triwulan III tahun 2025 mencapai Rp77,1 triliun.

Angka ini berkontribusi sekitar 15,7 persen dari total investasi nasional. Realisasi investasi ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, yaitu 36,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp56,57 triliun.

Dedi Mulyadi menegaskan, "Investasi tidak hanya soal angka, tetapi bagaimana memberikan dampak nyata bagi pembangunan manusia di Jawa Barat."

Gubernur bersama seluruh jajarannya berkomitmen untuk tetap fokus melaksanakan pembangunan bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat, dengan menjadikan segala bentuk kritik sebagai motivasi untuk terus mawas diri dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar