Pelatih Arema Ungkap Alasan Taktik Bertahan Ketat Usai Imbang Lawan Malut United

- Sabtu, 04 April 2026 | 03:45 WIB
Pelatih Arema Ungkap Alasan Taktik Bertahan Ketat Usai Imbang Lawan Malut United

Di Stadion Kanjuruhan yang ramai, Jumat malam lalu, Arema FC harus puas berbagi angka dengan Malut United. Skor 1-1 itu ternyata punya cerita panjang di baliknya. Marcos Santos, sang pelatih, mengakui timnya sengaja bermain dengan pertahanan rapat, atau yang biasa disebut low block. Taktik itu bukan tanpa alasan.

"Kami meminta tim untuk menahan dahulu," ujar Marcos usai laga.

Rupanya, Arema kehilangan banyak pilar penting. Dalberto Luan, Pablo Oliveira, dan Matheus Balde harus absen karena hukuman kartu merah. Belum lagi Betinho Filho dan Joel Vinicius yang terkena akumulasi kartu kuning. Untuk memperparah keadaan, Walisson Maia juga tak bisa turun akibat cedera. Intinya, lini tengah dan depan mereka seperti kehilangan nyawa.

Dengan kondisi seperti itu, Marcos bilang strategi bertahan dalam memang sudah dipersiapkan. Mereka bahkan sudah melatihnya berulang kali. Apalagi, lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Malut United datang dengan kekuatan penuh, menghadirkan ancaman serius lewat trio depannya: David da Silva, Ciro Alves, dan Tyronne del Pino. Menumpuk pemain di belakang jadi pilihan yang masuk akal.

Namun begitu, Arema tidak sepenuhnya pasif. Di sela-sela pertahanan yang padat, mereka menyelipkan transisi cepat. Begitu bola direbut, serangan balik langsung dilancarkan. Meski akhirnya cuma membawa pulang satu poin, Marcos melihat pertandingan itu sebagai sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol, mengingat keterbatasan personel.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar