Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, digenangi banjir. Peristiwa yang terjadi Kamis malam lalu itu berdampak pada ribuan keluarga. Menurut data BPBD setempat, tak kurang dari 3.176 keluarga merasakan langsung akibatnya, dengan puluhan rumah terendam dan sebelas di antaranya mengalami kerusakan ringan.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menjelaskan situasinya. Menurutnya, banjir ini tersebar di lima kecamatan: Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, Tegowanu, dan Purwodadi.
"Penyebabnya kombinasi antara curah hujan tinggi dan kiriman air dari Sungai Tuntang dan Sungai Serang," ujarnya.
Akibatnya, debit sungai melonjak drastis dan luapan air pun tak terhindarkan, menerjang permukiman warga.
Dari semua wilayah terdampak, Kecamatan Kedungjati jadi yang terparah. Sekitar 2.102 kepala keluarga harus berhadapan dengan genangan. Air merendam sembilan desa di sana Wates, Kalimaro, Jumo, Padas, Deras, Klitikan, Ngombak, Kedungjati, dan Kentengsari. Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari sepuluh sentimeter hingga setengah meter.
"Selain merendam rumah, banjir juga merusak sebelas rumah dengan kategori ringan. Kerusakan itu terutama terpusat di Desa Ngombak dan Desa Kedungjati," jelas Wahyu.
Di Kecamatan Gubug, nasib serupa menimpa dua desa: Penadaran dan Ringinharjo. Sekitar 814 keluarga terdampak, dengan genangan mencapai 20 sampai 60 sentimeter di beberapa dusun.
Sementara itu, di Tegowanu, sekitar dua ratus rumah di Desa Sukorejo dan Tanggirejo terendam. Yang cukup mengkhawatirkan, aktivitas belajar di SD Negeri 2 Sukorejo sempat terganggu karena lokasinya ikut kebanjiran.
Lalu, ada Kecamatan Tanggungharjo. Luapan dari Sungai Kliteh membanjiri Desa Sugihmanik, mengganggu 60 keluarga. Tidak hanya itu, arus lalu lintas di ruas jalan Gubug-Kedungjati, tepatnya di wilayah Desa Mrisi, sempat macet total karena tergenang.
Sedangkan di Purwodadi, masalah muncul di ruas jalan Danyang-Pengkol, Desa Candisari. Sekitar seratus meter jalan terendam air setinggi 20-25 cm.
Meski begitu, ada kabar baik. Saat ini sebagian besar genangan sudah mulai surut. Warga pun pelan-pelan kembali beraktivitas seperti biasa.
"Kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada," pungkas Wahyu. "Potensi hujan masih ada, jadi kondisi bisa berubah sewaktu-waktu."
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Lapangan Jusuf Hamka sebagai Pos Pengungsian Utama Korban Kebakaran Kebon Kosong
Dudung Kenang Wejangan Ryamizard: Prajurit Harus Cinta Rakyat, Bukan Lawan Rakyat
InJourney Airports Siapkan 14 Bandara untuk Pemulangan Lebih dari 200 Ribu Jemaah Haji
Harga Cabai Rawit di Jombang Tembus Rp100.000 Per Kilogram Pascaidul Adha