Di Ambon, upaya serius sedang digelar untuk menyambut era hukum baru. Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Maluku dan Pengadilan Tinggi Ambon sepakat memperkuat kolaborasi. Tujuannya jelas: memastikan implementasi UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP berjalan mulus di lapangan.
Menurut Ricky Dwi Biantoro, Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku, langkah ini penting. “Dari sisi pemasyarakatan, kami siapkan beberapa hal konkret,” ujarnya pada Jumat lalu.
Ia merinci, langkah itu mencakup penguatan kapasitas SDM lewat pelatihan intensif soal substansi KUHP baru. Tak hanya itu, pola pembinaan bagi warga binaan juga akan disesuaikan. Pendekatannya mengedepankan keadilan restoratif. Koordinasi teknis dengan aparat penegak hukum lain pun akan ditingkatkan, terutama dalam menjalankan putusan pengadilan.
Di sisi lain, peran pembimbing kemasyarakatan akan dioptimalkan. Mereka diharapkan bisa mendukung proses peradilan dengan lebih baik, termasuk dalam menyusun laporan penelitian kemasyarakatan (litmas). Nantinya, litmas ini jadi bahan pertimbangan hakim untuk menjatuhkan putusan yang selaras dengan semangat KUHP baru.
Sambutan hangat datang dari Pengadilan Tinggi Ambon. Kepalanya, Krosbin Lumban Gaol, menegaskan kesiapan lembaganya mendukung penuh.
“Pengadilan punya peran krusial,” katanya.
Artikel Terkait
Driver Taksi Online Pelaku Pelecehan di Harmoni Ditangkap di Depok
Gattuso Mundur dari Kursi Pelatih Italia Usai Gagal ke Piala Dunia 2026
Putin Siap Turun Tangan Redakan Ketegangan AS-Iran, Peringatkan Dampak Global
BMKG Catat 111 Kali Gempa Guncang Jawa Barat Sepanjang Maret