Polisi Kembalikan Mobil dan Kambing Hasil Perampokan Sadis ke Pasangan Lansia di Cileungsi

- Selasa, 17 Maret 2026 | 08:35 WIB
Polisi Kembalikan Mobil dan Kambing Hasil Perampokan Sadis ke Pasangan Lansia di Cileungsi

Sebuah perampokan yang kejam menimpa pasangan lansia di Cileungsi, Bogor. Aksi itu sungguh sadis. Kabar baiknya, polisi berhasil membekuk komplotannya dan mengembalikan harta benda yang sempat hilang dari tangan korban.

Pengembalian itu dilakukan langsung di Mapolres Bogor. Pasangan suami istri, Hamim (69) dan Samah (66), akhirnya bisa bernapas lega. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto yang menyerahkan barang bukti yang berhasil diamankan.

Barang-barang itu berupa sebuah mobil Toyota Avanza dan dua ekor kambing. "Kita menyerahkan barang bukti berupa mobil yang sudah bisa diamankan kepada korban," ujar Wikha di Mapolres Bogor, Senin (16/3/2026).

Dari enam pelaku yang terlibat, polisi baru mengamankan tiga orang. Tapi, usaha pencarian tidak berhenti di situ.

"Saya mohon doa agar tiga pelaku yang lain dapat segera ditangkap dan diamankan, dan barang bukti lain yaitu satu unit sepeda motor bisa cepat kita diamankan juga," tambahnya.

Kekerasan yang Menyayat Hati

Kronologi kejadiannya sungguh memilukan. Pelaku tak segan mengikat tangan dan kaki kedua lansia itu. Matanya dilakban, kepala ditutup sarung. Mereka ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh kerabatnya sekitar pukul dua dini hari.

Wikha memaparkan, "Kedua korban ditemukan oleh saudaranya pada pukul 2 dini hari pada hari yang sama, dengan kondisi mata terikat lakban kemudian juga mukanya ditutup sarung. Kemudian saudaranya pada pagi harinya atas nama A melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cileungsi."

Yang lebih menyedihkan, nenek Samah mengalami pemukulan. Dia dilayangkan pukulan di bagian mata dan telinga hanya karena dianggap melawan. Akibatnya, pendengarannya sempat rusak.

"Untuk Ibu S sebagai korban, karena melawan mengalami kekerasan yaitu dipukul hingga dua mata lebam pada saat ditemukan. Kemudian mulut dan telinga mengeluarkan darah, sampai beberapa waktu terakhir ibu S ini mengalami kehilangan pendengaran yang sekarang kondisinya sudah lebih baik," jelas Wikha.

Kini, meski trauma masih membekas, sedikit keadilan mulai terlihat. Proses hukum berjalan, sementara keluarga korban berusaha memulihkan diri dari kejadian mengerikan itu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar