PT Trisula International Tbk (TRIS) sedang bersiap. Kali ini, fokus mereka tertuju ke pasar global, dengan sejumlah langkah strategis yang sudah disiapkan di meja.
Widjaya Djohan, Presiden Direktur perusahaan, mengungkapkan rencana itu. Menurutnya, perseroan bakal memanfaatkan berbagai perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia dengan negara lain.
"Strategi ini guna melanjutkan momentum kinerja positif ke depan," ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (3/4/2026).
Tujuannya jelas: memperluas jangkauan dan membuka akses ke segmen pasar yang baru. Di sisi lain, upaya ekspansi ini juga didorong oleh inovasi produk. TRIS aktif menghadirkan kain dengan fitur khusus, yang bisa disesuaikan permintaan pelanggan atau tren pasar. Fleksibilitas dalam melayani pesanan pun jadi salah satu kekuatan mereka.
Optimisme Widjaya bukan tanpa alasan. Ia melihat prospek industri tekstil dan produk tekstil (TPT) masih solid, bahkan menjanjikan. Belum lagi ada katalis positif dari kebijakan pemerintah di sektor garmen dan tekstil yang bisa dimanfaatkan.
"Dengan dukungan katalis positif baik dari dalam negeri maupun pasar global, diiringi kemampuan dan strategi yang dimiliki, TRIS optimistis terhadap pertumbuhan kinerja pada tahun ini," kata Widjaya.
Stimulus itu jadi pijakan untuk mendongkrak kinerja tahun ini sekaligus melebarkan sayap ekspor. Kabarnya, perkembangan order dari pembeli lama dan baru sudah mulai berdatangan, khususnya untuk pasar Amerika Serikat dan Singapura.
Keyakinan itu punya dasar yang kuat. Sepanjang 2025, TRIS membukukan laba bersih Rp110,16 miliar. Angka itu tumbuh 33 persen dibanding setahun sebelumnya yang Rp82,90 miliar.
Penjualannya juga ikut meroket. Mereka meraup Rp1,73 triliun, naik 14 persen dari periode sebelumnya. Kontributor utamanya tetap segmen manufaktur, yang menyumbang Rp1,41 triliun atau 66 persen dari total penjualan. Pertumbuhannya mencapai 17 persen year-on-year.
Yang menarik, pasar ekspor punya peran besar. Kontribusinya mencapai 59 persen terhadap total penjualan, dengan nilai Rp1,02 triliun meningkat 13 persen. Permintaan dari pasar-pasar utama seperti Australia, Amerika, dan Jepang terus menjadi motor penggerak ekspansi mereka di kancah global.
Jadi, langkah strategis yang sedang disiapkan TRIS ini seperti kelanjutan natural dari performa solid mereka. Tinggal menunggu eksekusinya di lapangan.
Artikel Terkait
Persona Prima Utama Buka 12 Formasi Pekerjaan Perbankan di 13 Wilayah Jawa Barat
MK Tegaskan Sanksi Gugurkan Parpol Jika Kuota Caleg Perempuan 30 Persen Tak Terpenuhi
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Berkolaborasi dengan Iran Jaga Selat Hormuz
Zelensky Desak Trump Kirim Rudal Patriot Tambahan di Tengah Eskalasi Serangan Rusia