Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka Akibat Ledakan di Lebanon Selatan

- Sabtu, 04 April 2026 | 04:20 WIB
Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka Akibat Ledakan di Lebanon Selatan

Ledakan kembali mengguncang wilayah selatan Lebanon. Kali ini, yang menjadi korban adalah pasukan penjaga perdamaian PBB, atau UNIFIL. Tiga anggota pasukan mereka dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.

Menurut juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, ledakan terjadi di siang hari di dalam salah satu posisi mereka.

"Siang ini, sebuah ledakan terjadi di dalam posisi PBB... melukai tiga pasukan penjaga perdamaian, dua di antaranya luka serius. Mereka semua saat ini sedang dievakuasi ke rumah sakit. Kami belum mengetahui asal ledakan tersebut,"

Pasukan-pasukan itu memang ditempatkan di area perbatasan selatan, wilayah yang kini memanas. Situasinya makin runyam sejak Lebanon terseret ke dalam konflik regional awal Maret lalu. Pemicunya? Serangan roket Hizbullah yang mereka klaim sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah serangan gabungan AS-Israel.

Respon Israel tidak main-main. Mereka melancarkan serangan besar-besaran di seluruh Lebanon, ditambah operasi darat di selatan. Angka korban jiwa dari pihak Lebanon, menurut otoritas setempat, sudah mencapai 1.368 orang hanya dalam sebulan.

Di sisi lain, peringatan juga datang dari Kedutaan Besar AS di Beirut. Mereka mengingatkan bahwa Iran dan sekutu-sekutunya berpotensi menargetkan universitas-universitas di Lebanon. Peringatan itu disampaikan lewat sebuah pernyataan, Sabtu (4/4/2026).

Sementara itu, di lapangan, ketegangan terus berlanjut. Militer Israel baru saja melakukan serangan baru di Beirut selatan kawasan yang dikenal sebagai benteng Hizbullah. Mereka menyasar apa yang disebut "infrastruktur teror", tak lama setelah mengeluarkan perintah evakuasi untuk daerah itu. Wilayah itu sendiri sebenarnya sudah hampir kosong, ditinggalkan penduduknya menyusul serangan berulang dan peringatan demi peringatan.

Seorang koresponden AFP di tempat mendengar suara ledakan keras. Laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon, media pemerintah, juga mengonfirmasi adanya penggerebekan di daerah tersebut. Suasana mencekam, sepertinya, masih jauh dari usai.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar