Ketua Tim Jokowi-Gibran Sebut Ada Aliran Dana Rp50 Miliar untuk Gerakkan Isu Ijazah

- Jumat, 03 April 2026 | 00:00 WIB
Ketua Tim Jokowi-Gibran Sebut Ada Aliran Dana Rp50 Miliar untuk Gerakkan Isu Ijazah

Jakarta - Isu seputar ijazah Presiden Joko Widodo kembali memanas. Kali ini, bukan cuma soal keaslian dokumen, melainkan desas-desus tentang aliran dana besar di balik layar. Razman Nasution, sang Ketua Umum Tim Jokowi-Gibran, mengaku mendapat informasi mengejutkan: ada dugaan aliran dana hingga Rp50 miliar yang dipakai untuk menggerakkan isu tersebut.

Menurut Razman, uang sebesar itu diduga berasal dari dua orang yang ia sebut sebagai "bohir" atau penyandang dana.

“Ada informasi yang kami terima terkait aliran dana Rp50 miliar dari dua bohir,”

Ucapnya dalam tayangan INTERUPSI, Kamis lalu. Ia tak menyebut nama, tapi klaimnya bikin publik penasaran.

Narasi yang dibangun Razman ternyata lebih kompleks. Di sisi lain, ia juga menyinggung soal keterlibatan seorang mantan pejabat. Figur ini disebut punya peran penting dalam mengondisikan situasi, termasuk dalam memunculkan seorang pengacara yang hanya dikenal dengan inisial AK.

“Jadi seolah ada yang mendesain ini,”

tandasnya, memberi kesan bahwa seluruh isu ini bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja, melainkan hasil skenario tertentu.

Lalu, siapa yang akan membongkar semuanya? Razman menyebut nama Rismon Sianipar. Saat ini, Rismon berstatus tersangka dalam kasus dugaan fitnah terkait ijazah. Namun begitu, Razman meyakini bahwa Rismon lah yang akan mengungkap tabir aliran dana misterius itu.

Syaratnya satu: setelah ada keputusan hukum berupa SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan dari kepolisian.

“Kami mendapat informasi, jika SP3 diterima, maka Rismon akan menggelar konferensi pers untuk mengungkap hal ini,”

jelas Razman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak manapun terkait kebenaran informasi tersebut. Isu tentang Rp50 miliar itu masih berupa kabar burung yang diembuskan Razman. Entah akan berkembang jadi badai, atau hanya akan hilang ditelan waktu. Kita tunggu saja kelanjutannya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar