Namun ketika pemerintahan berganti kepemimpinan yakni saat Presiden Jokowi berkuasa proses pembangunan jembatan tersebut ditangguhkan.
Dikutip murianetwork.com dari laman stekom.ac.id jembatan tersebut rencananya akan dibangun sepanjang 31 kilometer dengan tinggi mencapai 70 meter.
Masing-masing sisi mempunyai tiga lajur yang dapat digunakan untuk kendaraan roda empat serta terdapat lajur ganda untuk kereta api.
Pembangunan jembatan tersebut berawal dari gagasan Profesor Sedyatmo yang merupakan guru besar di ITB.
Kemudian di tahun 1965 Presiden pertama Indonesia yakni Ir. Soekarno memerintahkan kepada ITB untuk melakukan uji coba desain penghubung.
Setelah melakukan studi uji kelayakan jembatan tersebut diklaim dapat menahan gempa hingga 9 SR.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina