Kursi Buangan ke Sungai Rusak Pompa Air, Penyebab Banjir di Karang Menjangan Surabaya

- Sabtu, 01 November 2025 | 13:40 WIB
Kursi Buangan ke Sungai Rusak Pompa Air, Penyebab Banjir di Karang Menjangan Surabaya
Penyebab Banjir di Surabaya: Kursi Buangan Sungai Rusak Pompa Air - Berita Terkini

Banjir Karang Menjangan Surabaya Disebabkan Kursi yang Rusak Pompa Air

Kawasan Karang Menjangan dan Dharmahusada di Surabaya sempat tergenang banjir setelah hujan deras. Penyebab utamanya terungkap: sebuah kursi yang dibuang ke sungai.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa kursi tersebut tersangkut dan merusak dua unit pompa utama di Rumah Pompa Kalisari. Kerusakan ini membuat pompa tidak dapat berfungsi maksimal untuk menyedot air hujan dengan cepat.

Dampak Kerusakan Pompa Kalisari

Akibat jebolnya dua pompa di Kalisari, proses penyaluran air di wilayah Dharmahusada hingga Kalisari menjadi sangat lambat. Genangan air pun bertahan lebih lama daripada biasanya, mengganggu aktivitas warga.

Peringatan Keras Wali Kota Soal Sampah Sungai

Eri Cahyadi memberikan peringatan keras kepada warga agar tidak membuang sampah, terutama benda besar seperti kursi, kasur, atau perabot rumah tangga, ke sungai. Benda-benda semacam itu sangat berbahaya karena dapat merusak mechanical screen dan mesin pompa di rumah pompa.

"Sampah besar yang dibuang ke sungai bisa merusak mesin-mesin di rumah pompa. Kalau pompanya rusak, air tidak bisa cepat surut. Ayolah, jangan buang sampah ke sungai, apalagi perabotan," tegas Eri Cahyadi.

Ajakan untuk Gerakan Kampung Pancasila dan Bank Sampah

Sebagai solusi jangka panjang, Wali Kota Eri mengajak warga untuk mengoptimalkan program Kampung Pancasila. Dalam program ini, pengelolaan bank sampah dan pemilahan sampah rumah tangga digalakkan.

"Di Kampung Pancasila itu ada kegiatan pemilahan dan bank sampah. Ayo digerakkan bersama supaya tidak ada lagi warga yang buang sampah ke sungai," pungkasnya.

Dia juga menginformasikan bahwa proyek normalisasi saluran air di kawasan Karang Menjangan–Dharmahusada akan dilanjutkan pada tahun depan. Sementara menunggu proyek itu, peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dinilai sangat krusial untuk mencegah terulangnya banjir.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar